NEWSPERISTIWASUMUT

Sepuluh Hari Dicari, Tennis Situmorang Ditemukan Tewas di Samosir

Minggu, 26 Mei 2024, 12:49 WIB
Last Updated 2024-05-26T05:53:22Z
Personel Kepolisian, TNI dan Masyarakat mengevakuasi jenazah Tennis Situmorang.


SAMOSIR-BERITAGAMBAR :

Setelah sepuluh hari melakukan pencarian, Tim gabungan dari Polsek Onanrunggu, Koramil Nainggolan, dan Camat Nainggolan bersama masyarakat setempat akhirnya menemukan Tennis Situmorang (46) dalam keadaan meninggal dunia.


Tennis kesehariannya bekerja sebagai petani dinyatakan hilang sejak Selasa (14/5/2024) lalu dan ditemukan dengan keadaan membusuk di tebing perbukitan Desa Pasaran I Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir pada Jumat (24/5/2024) sekitar pukul 15.20 WIB.


Hal itu disampaikan PS Kasi Humas Polres Samosir Brigadir Vandu Marpaung, Minggu (26/5/2024).


Proses pencarian dimulai pada Rabu, 15 Mei 2024, dipimpin oleh Camat Nainggolan Tino Luhut Nainggolan, Kapolsek Onanruggu AKP Marlan Silalahi dan Plt Danramil 02 Nainggolan Pelda E. Sembiring, dengan bantuan dari sekitar 200 warga desa setempat.


Korban pertama kali ditemukan oleh dua warga, Ramses Situmorang (62) yang mencium bau busuk saat menggembalakan kerbau, dan Maju Sinaga (54) yang kemudian menemukan lokasi mayat. Informasi mengenai bau busuk tersebut diterima oleh Posko Tim Pencarian sekitar pukul 14.00 WIB.


Tim segera menuju lokasi yang ditunjukkan oleh saksi dan menemukan mayat korban tergantung pada pohon bambu di area tersembunyi di pinggir jurang. Tim yang terdiri dari Pawas Polres Samosir Ipda Abdurrahman, SH, MH, Kanit Idik I Sat Reskrim Ipda K.F. Lubis, SH, MH, serta personil piket satuan fungsi Polres Samosir dan Polsek Onanrunggu langsung mengamankan TKP dan memasang garis polisi.


Aiptu Henry Sipakar dari Tim Inafis Polres Samosir menyampaikan bahwa mayat ditemukan dalam keadaan tergantung pada pohon bambu dengan kondisi tubuh yang sudah membusuk hingga tengkorak kepala terlihat. Dari saku korban ditemukan sebuah dompet berisi KTP, kartu BPJS atas nama Tennis Situmorang, serta sejumlah uang.


Pada Sabtu, 25 Mei 2024, Bripka Chandra Hutapea dari Penyidik Pembantu Sat Reskrim menginformasikan bahwa autopsi terhadap mayat Tennis Situmorang dilakukan pada pukul 17.00 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. 


"Kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian Tennis Situmorang, bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara,"ujar Vandu.

(BG/VM)

TRENDINGMore