![]() |
| Tim evakuasi melakukan penggesseran kayu. |
MEDAN-BERITAGAMBAR :
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia dalam bencana banjir di Sumatera sudah mencapai 883 jiwa. Jumlah itu berdasarkan data dalam situs Geoportal Data Bencana Indonesia BNPB yang dilihat per Sabtu (4/12/2025) pukul 09.30 WIB.
Secara terperinci, Aceh menjadi wilayah paling tinggi korban meninggal dunia sebanyak 345 jiwa. Diikuti, Sumatera Utara (Sumut) 312 jiwa dan Sumatera Barat 226 jiwa total korban meninggal dunia.
"Meninggal dunia 883 jiwa," tulis BNPB di situs gis.bnpb.go.id dikutip Sabtu (6/12/2025). Dalam situs yang sama, bencana alam di Sumatera masih menyisakan 520 orang yang dinyatakan hilang dengan rincian Aceh 174 jiwa; Sumatera Utara 133 jiwa; dan Sumatera Barat 213 jiwa.
Adapun, secara total BNPB juga merangkum total rumah rusak akibat bencana ini adalah 121.500 unit dari 51 wilayah kabupaten yang terdampak. "Rumah rusak 121.500 dan 50 kabupaten terdampak," tulis data BNPB.
Selanjutnya, fasilitas pendidikan yang terdampak bencana ada 509 unit, jembatan rusak mencapai 405 unit, fasilitas umum rusak 1.100 unit. Adapun, gedung atau kantor rusak 221 unit dan fasilitas kesehatan rusak 270 unit dan rumah ibadah 338 unit.
Sekadar informasi, kementerian/lembaga dan stakeholder terkait terus menyalurkan bantuan logistik yang didominasi menggunakan jalur udara. Bantuan ini meliputi makanan, air bersih, popok, selimut, obat-obatan, beras, tenda, hingga matras.
Pasokan bahan bakar minyak pun mulai disuplai melalui jalur darat. Kementerian ESDM mengeluarkan pengecualian penggunaan barcode bagi wilayah yang terdampak. Perbaikan listrik juga tengah dilakukan oleh PLN.
Selain itu, pemerintah memberikan router Starlink agar akses komunikasi berjalan optimal. Selain itu, Polri juga mendapatkan mandat untuk menghubungkan kembali jalur yang terputus akibat banjir bandang yang melanda Sumatera sejak akhir November 2025.
