DAERAHNEWSSUMUT

Bupati Tapteng, Pemkab Tapteng Sewa 20 Alat Berat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

Selasa, 13 Januari 2026, 17:42 WIB
Last Updated 2026-01-13T10:42:14Z

 

Bupati Tapteng, Pemkab Tapteng Sewa 20 Alat Berat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana



TAPTENG-BERITAGAMBAR :

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, SH, MH menyampaikan, Proses penanggulangan bencana di Tapteng kini berada pada fase transisi dari darurat ke pemulihan. Berbagai upaya telah dijalankan, seperti pembersihan pemukiman warga. 


Namun pemerintah daerah itu masih mengalami hambatan atau kesulitan, termasuk kekurangan alat yang mumpuni untuk mengangkut tanah dan gelondongan kayu. Hal itu, disampaikan Bupati Tapteng, pada Rapat koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (12/1/2026).


Lebih lanjut Bupati Tapanuli Tapteng Mainton Pasaribu, SH, MH mengungkapkan kami sudah melakukan pembersihan pemukiman, alur sungai dan daerah yang dipenuhi sedimen tanah, lumpur dan juga gelondongan kayu.


Ini terus bertahap kami lakukan, namun pembersihan kayu dan normalisasi sungai itu membutuhkan alat berat yang banyak," kata Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH 


Pemerintah Kabupaten Tapteng, sudah menyewa lebih kurang 20-an alat dan itu rasanya masih benar-benar sangat kurang, kesulitan terjadi karena sebaran yang terdampak bencana sangat banyak titiknya, jadi membutuhkan banyak alat berat.


Apalagi sungai-sungai yang mengalami pendangkalan butuh normalisasi dan pengangkutan gelondongan kayu butuh alat berat yang sangat banyak seperti alat capit,"


Pemulihan lainnya yaitu mencetak sawah buat warga yang telah kehilangan lahan karena tertimpa tanah longsor dan banjir. Pada bidang ini, Masinton mengatakan, pada tanggal 15 Januari 2025 Kementerian Pertanian akan melakukan groundbreaking di areal persawahan di kelurahan Bona Lumban kecamatan Tukka untuk mencetak sawah-sawah baru.


Karena, sebagian besar sawah di Tapteng mengalami sedimentasi yang cukup tinggi dan kerusakan sawah itu sangat parah," tambah Masinton. Banjir dan longsor meluluhlantakkan 20 Kecamatan di Tapanuli Tengah pada Selasa (25/11/2025) lalu. Akibatnya, sebanyak 130 jiwa meninggal dunia di Tapteng, menurut data BPBD Tapanuli Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (12/1/2026).(BG/TAP) 



TRENDINGMore