![]() |
| Mandi balimau diawali pembersihan tangan dan memandikan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, yang dilakukan oleh Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk. |
BATUBARA-BERITAGAMBAR :
Selain menggelar tradisi pesta tapai selama satu bulan penuh dan memasak rendang daging menjelang bulan puasa Ramadan, masyarakat Melayu Batu Bara memiliki tradisi lainnya berupa mandi balimau dan kenduri mogang.
Berdasarkan website Pemkab Batu Bara, batubarakab.go.id, dijelaskan mandi balimau adalah tradisi adat masyarakat Melayu Batu Bara berupa ritual mandi menggunakan air campuran limau (jeruk nipis/purut/kapas) untuk menyucikan diri secara lahir dan batin sebelum bulan suci Ramadan.
Tradisi ini melambangkan pembersihan diri dari dosa dan kotoran, sekaligus ungkapan syukur menyambut puasa.
Jelang puasa Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi, tradisi mandi balimau dan kenduri mogang digelar di halaman kantor Bupati Batu Bara di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 119 Lima Puluh, Senin (16/2/2026) sore.
Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, yang memimpin langsung pelaksanaan tradisi mandi balimau dan kenduri mogang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penutupan Pesta Tapai sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Tradisi yang sarat nilai budaya dan religi ini telah dilaksanakan masyarakat Melayu Batu Bara sejak ratusan tahun lalu dan diawali dengan penyembelihan lima ekor sapi. Satu ekor sapi diperuntukkan bagi makan bersama dalam kenduri mogang, sedangkan empat ekor lainnya dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Batu Bara sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan menjelang Ramadan.
Baharuddin berharap melalui pelaksanaan tradisi kenduri mogang dan mandi balimau ini, semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta pelestarian budaya daerah terus terjaga demi mewujudkan Batu Bara yang religius, berbudaya, dan bahagia.
Acara mandi balimau dan kenduri mogang diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan Tuan Guru Batak Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk. Tuan Guru mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan. (BG/BB)
