![]() |
| Menteri Perumahan dan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait meninjau bangunan Bedah rumah keluarga penerima manfaat Jhonson Simangunsong. |
TOBA-BERITAGAMBAR :
Jhonson Simangunsong, warga yang mendapat bantuan bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Permukiman sebesar Rp20 juta pada 2025 di Desa Parparean II, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, kini telah memiliki rumah yang sangat layak.
Melihat kondisi rumah milik Jhonson, Menteri Perumahan dan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, merasa terkejut mengapa dengan anggaran Rp20 juta mampu mendirikan rumah sebagus ini.
“Tolong bapak jelaskan bagaimana membangun rumah sebagus ini dengan dana yang minim dari kementerian. Menurut saya, hal ini sangat tidak mungkin,” ujar Maruarar, Selasa (24/3/2026).
Mendapat pertanyaan tersebut, Jhonson mengatakan pembangunan rumah dari dana bedah rumah kementerian turut dibantu oleh keluarganya, baik melalui materi maupun tenaga, sehingga bangunan rumahnya dapat sebagus ini.
“Jujur, Pak, jika hanya dengan dana bedah rumah, jelas bangunan rumah tidak bisa seperti ini. Begitu keluarga mengetahui ada dana bantuan kepada saya, mereka (keluarga besar) langsung bergotong royong membantu hingga rumah saya selesai,” tutur Jhonson.
Menurut Jhonson, selain tenaga yang diberikan, keluarga besarnya juga menyumbangkan sejumlah uang sekitar Rp30 juta untuk membeli material bangunan rumahnya.
Mendengar jawaban dari Jhonson, Menteri Perumahan dan Permukiman merasa kagum dengan sifat gotong royong yang dimiliki keluarga tersebut. Hal ini dinilai patut ditiru sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial.
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus, berharap semakin banyak bantuan bedah rumah dikucurkan di Kabupaten Toba, sehingga 8.113 rumah tidak layak huni di daerah tersebut dapat semakin berkurang.
“Memang telah ada upaya yang dilakukan Pemkab Toba membangun rumah tidak layak huni dari APBD Toba sebanyak 54 unit, dan dari Provinsi Sumatera Utara sebanyak 40 unit,” ucap Wakil Bupati
