DAERAHNEWSSUMUT

Pemkab Humbahas Perkuat Sinergi Pengembangan Kerajinan Baion

Jumat, 06 Maret 2026, 15:52 WIB
Last Updated 2026-03-06T08:52:24Z

 

Pemkab Humbahas Perkuat Sinergi Pengembangan Kerajinan Baion

HUMBAHAS-BERITAGAMBAR :

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menghadiri pertemuan Kelompok Masyarakat Pengrajin Baion di Desa Matiti II, Kecamatan Doloksanggul, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini difasilitasi oleh Fakultas Ekonomi Program Studi Sarjana Manajemen Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) sebagai bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dan penguatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.


Pertemuan tersebut menjadi forum diskusi dan pembinaan bagi para pengrajin dalam rangka mendorong pengembangan produk baion agar memiliki daya saing dan nilai tambah yang lebih tinggi. Baion sebagai salah satu kerajinan khas Desa Matiti II dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.


Wakil Rektor I UNITA, Talenta Marbun, SE., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Humbahas atas komitmen dan dukungan nyata terhadap pengembangan usaha mikro masyarakat. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan strategi penting dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha, baik dari aspek manajerial, pemasaran, maupun inovasi produk.


“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui pendampingan dan pembinaan, kami berharap pengrajin baion dapat meningkatkan kualitas produksi serta memperluas akses pasar,” ujarnya.


Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi UNITA, Dr. Rosalinda Sitompul, SE., MM., menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan berkelanjutan, antara lain melalui pelatihan manajemen usaha, pencatatan keuangan sederhana, strategi pemasaran digital, hingga penguatan branding produk. Menurutnya, pengrajin perlu memahami pentingnya standar kualitas, konsistensi produksi, serta kemasan yang menarik agar mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.


Bupati Humbang Hasundutan yang diwakili Kepala Disparpora Humbahas, Dina V.W.O. Simamora, ST., MM., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Humbahas terus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya inovasi, peningkatan kualitas, serta kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan produk lokal.


“Pengrajin harus mampu meningkatkan kualitas desain, pengemasan, dan strategi promosi. Produk baion harus memiliki identitas dan branding yang kuat sehingga dikenal luas. Pemerintah siap memfasilitasi promosi melalui berbagai event dan jejaring yang dimiliki,” jelasnya.


Lebih lanjut disampaikan bahwa Disparpora akan terus membuka ruang promosi melalui pameran, festival daerah, maupun platform digital sebagai upaya memperluas pasar. Dengan dukungan akademisi dan pemerintah, diharapkan para pengrajin dapat meningkatkan kapasitas usaha serta menjadikan baion sebagai produk unggulan yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.


Kelompok Pengrajin Baion Desa Matiti II menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Mereka berharap pendampingan yang dilakukan dapat terus berlanjut sehingga usaha yang dijalankan semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga serta masyarakat sekitar.


Melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Pemkab Humbahas optimis kerajinan baion Desa Matiti II dapat berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang berdaya saing dan memperkuat identitas budaya daerah.

TRENDINGMore