![]() |
| Alai berat sedang melakukan pekerjaan di lokasi pembangunan Jembatan Rangka Sigarattung Tomok-Onan Runggu Kabupaten Samosir. |
SAMOSIR-BERITAGAMBAR :
Kualitas pembangunan fondasi proyek Jembatan Sigarantung di Desa Hutaginjang, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, dengan pagu anggaran sebesar Rp30.743.005.612, menjadi sorotan dan dipertanyakan.
Pasalnya, proses pengecoran fondasi beton pada proyek tersebut diduga tidak menggunakan beton dari batching plant atau pabrikan, melainkan dilakukan secara manual menggunakan Self Loading Concrete Mixer di lokasi pekerjaan.
Henry Sitanggang salah seorang pelaku jasa konstruksi mengatakan, pengerjaan struktur Jembatan Sigarantung mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Ia menilai penggunaan beton produksi manual maupun menggunakan self-loader dalam proyek tersebut sangat berisiko terhadap mutu konstruksi.
Menurut Henry, pekerjaan struktur jembatan seperti bore pile dan abutmen membutuhkan mutu beton tinggi, bahkan mencapai FC 30 atau setara mutu di atas K-350. Karena itu, proses produksi beton harus benar-benar terjamin kualitasnya.
![]() |
| Material pasir dan kerikil yang di pergunakan. |
“Jika pekerjaan struktur jembatan dilakukan dengan memproduksi beton secara manual atau menggunakan self-loader, tentu sangat riskan. Mutu beton dikhawatirkan tidak setara atau tidak sesuai standar,” ujarnya Selasa (19/5).
Ia juga mempertanyakan kemampuan produksi beton manual di lokasi proyek untuk memenuhi kebutuhan volume pekerjaan sesuai target progres atau time schedule yang telah ditetapkan.
“Dengan produksi manual di lokasi kegiatan, apakah volume atau kubikasi beton yang dihasilkan bisa memenuhi progres pekerjaan tepat waktu?” katanya.
Selain itu, Henry turut menyoroti sumber material pasir dan kerikil yang digunakan. Menurutnya, kualitas material sangat menentukan kekuatan struktur jembatan, terlebih lokasi Sigarantung dikenal rawan pergeseran tanah dan longsor.
![]() |
| Lokasi pembangunan Jembatan Rangka Sigarattung Tomok-Onan Runggu. |
“Apalagi jika sumber pasir dan kerikil yang digunakan tidak layak pakai atau asal-usulnya tidak jelas. Belum lagi jika material tersebut berasal dari lokasi yang tidak memiliki izin,” tambahnya.
Ia menyebut, sebenarnya terdapat batching plant atau pabrik beton siap pakai di Pangururan yang dinilai mampu menjadi pemasok beton untuk proyek tersebut sehingga mutu dan kualitas pekerjaan lebih terjamin.
Henry berharap pembangunan jalan dan jembatan itu dapat dikerjakan dengan baik karena nantinya akan menjadi salah satu ikon dengan panorama Danau Toba.
“Kita berharap pengerjaan jembatan sigarantung ini berjalan dengan baik karena akan menjadi ikon dengan view Danau Toba. Lokasi Sigarantung sangat rawan longsor dan pergeseran tanah. Jika pengerjaan strukturnya tidak sesuai standar, tentu bisa fatal karena jalan jembatan tersebut merupakan akses jalan nasional lingkar Samosir,” pungkasnya.
Sementara pihak Kontraktor Pelaksana Pekerjaan pada proyek bermarga Pangaribuan dan pihak Balai ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan keterangan. (BG/TS)


