JAKARTA-BERITAGAMBAR:
Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menghadiri pembukaan The 12th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (19/8/2026).
Bagi Pemkab Tapanuli Utara, keberadaan PLTP Sarulla (330 MW) di Pahae Julu dan Pahae Jae bukan sekadar penopang energi hijau nasional. Potensi panas bumi bumi Tapanuli Utara harus dirasakan langsung kemanfaatannya oleh masyarakat melalui multiplier effect—mulai dari pembinaan UMKM, pemberdayaan pengrajin Ulos lokal, hingga penguatan industri pengolahan kopi Pahae.
Komitmen ini selaras dengan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menekankan bahwa proyek energi terbarukan wajib membuka lapangan kerja dan memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
"Bagi Tapanuli Utara, pengembangan panas bumi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Keberadaan PLTP Sarulla harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga Taput." — Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, Bupati Tapanuli Utara
Pemkab Tapanuli Utara terus mengawal investasi berkelanjutan yang ramah lingkungan demi mewujudkan Tapanuli Utara yang maju, berbudaya, dan berkelanjutan. (BG/TU)
