HUKUMMEDANNEWS

Sopir Pengangkut 3.950 Liter BBM Subsidi di Medan Dituntut 10 Bulan Penjara

Kamis, 13 Agustus 2026, 08:46 WIB
Last Updated 2026-08-13T01:46:51Z

 

Sidang tuntutan di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan. 

 

MEDAN:

Sopir truk pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi, Fauzan Hasri dituntut jaksa selama 10 bulan penjara. Menurut jaksa, terdakwa terbukti bersalah dalam penyalahgunaan BBM subsidi sebanyak 3.950 liter.

“Mengadili, menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 10 bulan penjara,” ucap jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Belawan, Cindy Savitri Desano saat membacakan amar tuntutan di ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (12/8/2026).


Selain pidana badan, terdakwa juga dituntut pidana denda sebesar Rp10 juta rupiah, dengan ketentuan apabila tidak dibayar setelah putusan berkekuatan hukum tetap maka diganti dengan pidana pengganti selama 10 hari kurungan.


Menurut jaksa, perbuatan terdakwa dinilai melanggar Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang Jo Pasal 20 huruf c UU RI Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP.


Dalam dakwaan disebut, Fauzan bersama Rustam Efendi Hasibuan (DPO), Erwin (DPO), Rodiansyah Alias Soling Alias Koling (DPO), Abdurrahim Alias Aem (DPO), dan Rahmadsyah Alias (DPO) membeli BBM jenis solar bersubsidi dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) PT. Anggita menggunakan Surat Rekomendasi untuk kemudian dijual kembali kepada pihak yang tidak berhak dengan harga lebih tinggi.



Tidak hanya itu, mereka juga melakukan penampungan dan pengangkutan tanpa memiliki izin usaha pengangkutan dan Niaga BBM dari Pemerintah.


“Bahwa Fauzan Hasri tidak memiliki izin dari pihak berwenang untuk melakukan kegiatan pengumpulan dan pengangkutan solar bersubsidi tersebut,” pungkas jaksa.


Kasus ini berawal pada Mei 2026, saat Fauzan diajak Rustam untuk bekerja sebagai sopir kendaraan Truk Canter untuk mengangkut BBM jenis solar bersubsidi. Kemudian Fauzan membawa truk itu atas perintah Rustam menuju Dusun II, Desa Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang untuk mengangkut solar.


BBM itu diangkut dari nelayan setempat, termasuk diantaranya Rodiansyah dengan muatan sebanyak 3.950 liter, lalu dibawa ke Gudang Minyak Ilegal di Jalan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.


Setelah sampai di gudang dan dibongkar, ia menemui Rustam untuk diberi gaji sebesar Rp.150.000. Tidak sekali itu saja, Fauzan diperintahkan kembali menuju Dusun II dan Rustam serta Erwin menyusul. Tiba di sana, mereka bertiga langsung disambut Rahmadsyah selaku koordinator lapangan dan Abdurrahim.


Fauzan diminta standby bersama dengan para pekerja bongkar muat untuk menunggu kedatangan masyarakat nelayan yang akan mengantar BBM solar bersubsidi, dan para pekerja bongkar muat akan diberikan upah sebesar Rp100.000.


Tidak lama kemudian, datang dua unit becak motor silih berganti dengan sepeda motor terpasang keranjang (along-along) dengan membawa minyak solar dalam jeriken. Hanya satu dikenal Fauzan yaitu Rodiansyah.


Terdakwa mengantar minyak solar ke truk sebanyak 20 jeriken dan becak lain sebanyak 20 jeriken dan delapan jeriken minyak solar diantar menggunakan sepeda motor berkeranjang. Fauzan bersama tukang bongkar muat telah memasukkan truk sebanyak 38 jeriken.


Namun saat kedatangan becak motor milik Rodiansyah kedua kali, yang membawa sepuluh jeriken Solar tiba-tiba datang Tim Penyidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumut.


Pada saat petugas tiba, Fauzan bersama Rustam, Erwin, Rodiansyah, Rahmadsyah, Abdurrahim dan para pekerja bongkar muat langsung melarikan diri.


Dari lokasi kejadian, petugas hanya mengamankan barang-barang bukti, seperti satu unit mobil dan total jumlah BBM bersubsidi jenis solar sebanyak 1.850 liter.


Pada Jumat (22/5/2026) Fauzan ditangkap di Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli dan langsung membawa Fauzan.

TRENDINGMore