![]() |
| Banjir Bandang Hantui Warga, Puluhan Truk Kayu Gelondongan Kembali Nyaman dan Lancar di Jalan Lintas Sumatera. |
SIMALUNGUN-BERITAGAMBAR:
Setiap musim penghujan, masyarakat yang tinggal di bawah perbukitan selalu dihantui dengan ancaman banjir bandang. Kondisi tersebut menjadi kekhawatiran masyarakat terutama mereka yang bermukim di sepanjang aliran sungai dan kawasan rawan bencana.
Namun ditengah kekhawatiran tersebut, aktivitas puluhan truk pengangkut kayu gelondongan pinus dan selalu beriringan saat melintasi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) justru kembali terlihat nyaman dan lancar menuju Siantar-Medan
Nyamannya dan lancarnya puluhan truk coldisel pengangkut kayu gelondongan pinus menuju Siantar-Medan menimbulkan pertanyaan di tengah-tengah masyarakat dan menjadi perbincangan hangat setiap warung-warung
Jalur lintasan truk kayu gelondongan pinus yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sumatera Utara menjadi perhatian, mengingat kawasan tersebut memiliki medan perbukitan dengan potensi longsor dan banjir saat curah hujan tinggi.
Salah seorang pemilik warung kopi di Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun (Sumut) Antonius Sinqga saat diwawancarai awak media menyebutkan, aktivitas puluhan truk pengangkut kayu gelondongan tersebut tidak semata-mata menyangkut kelancaran kendaraan di jalan lintas Sumatera.
Namun kondisi lingkungan di sepanjang jalur yang di lintasli puluhan truk pengangkutan kayu ini perlu mendapat perhatian, terlebih kawasan perbukitan memiliki kondisi geografis yang rawan ketika curah hujan tinggi.
Sorotan terhadap angkutan kayu semakin mencuat setelah sebuah truk pengangkut kayu gelondongan terbalik di kawasan Panatapan, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Kamis (10/9/2026) yang lalu hingga menyebabkan kemacetan,
Bagi warga, persoalan itu tidak berhenti pada kecelakaan lalu lintas. Mereka berharap aktivitas pengangkutan kayu yang melintasi jalur perbukitan turut diawasi dari sisi keselamatan dan lingkungan.
“Yang perlu dilihat bukan hanya apakah jalannya lancar atau tidak. Legalitas kayunya, kondisi jalan, sampai dampaknya terhadap lingkungan juga harus diperiksa, “ kata Antonis Sinaga, Sabtu 12 September 2026.
Antonis juga menyampaikan, Kekhawatiran warga beralasan karena banjir bandang dan longsor dapat membawa dampak lebih luas, selain itu, juga berpotensi memutus akses transportasi serta mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat.
Warga meminta pemerintah dan instansi terkait melakukan pengawasan terhadap truk pengangkut kayu yang melintas, termasuk memastikan asal-usul dan legalitas kayu serta memperhatikan kondisi kawasan yang menjadi jalur angkutan
Sebelumnya, puluhan warga Girsang Simpang Bolon, Kabupaten Simalungun mendatangi Kantor Kepolisian Sektor Girsang Simpang Bolon dan meminta pembabatan kayu pinus di Nagori Sipangan Bolon Mekar segera di hentikan. ()
