NASIONALNEWSPERISTIWA

Markas Polisi Diserang di Papua, Briptu Mario Sanoy Gugur saat Bertarung dengan 6 Terduga KKB

Jumat, 28 Mei 2021, 16:49 WIB
Last Updated 2021-05-28T10:00:54Z


Anggota KKB


PAPUA-BERITAGAMBAR :

Enam orang tak dikenal (OTK) ini menyerang markas Polsubsektor Oksamol di Distrik Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat (28/5/2021) pukul 01.30 WIT.


Kepala Kepolisian Subsektor Oksamol Briptu Mario Sanoy gugur dalam penyerangan tersebut.


Briptu Mario Sanoy sedang berada sendirian di markasnya. Di Polsubsektor Oksamol sebenarnya ada empat personel.



Namun, saat kejadian, korban tengah seorang diri karena dua anggotanya tengah berada di Oksibil untuk belanja logistik dan satu personel lainnya tengah izin sakit ke Jayapura.


"Telah dilakukan telepon langsung melalui Aipda Elias Sokaro ke masyarakat Oksamol dan mendapat informasi bahwa sekira pukul 01.30 WIT telah terjadi penyerangan oleh enam OTK bersenjata di Polsubsektor Oksamol, dan mengakibatkan gugurnya Kapolsubsektor Oksamol Briptu Mario Sanoy," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, di Jayapura, Jumat.


Polsubsektor Oksamol merupakan bagian dari Polsek Kiwirok yang merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG).


Menurut Kamal, korban selama ini berhubungan baik dengan masyarakat sekitar sehingga korban merasa yakin situasi tetap aman bila ia seorang diri.


"Almarhum dikenal baik dengan masyarakat, bahkan almarhum sebelum kejadian masih berkumpul dengan masyarakat. Namun, pada pagi hari, masyarakat yang diperbantukan di pos tersebut melihat almarhum sudah meninggal dengan ada darah di bagian dadanya," kata Kamal.


Hingga kini, jenazah korban belum dapat dievakuasi karena lokasi Oksamol yang cukup jauh.


Dari Oksibil ke Oksamol belum ada akses jalan darat untuk kendaraan roda empat, sedangkan masyarakat setempat biasa berjalan kaki selama satu minggu.


Kamal memastikan, Polres Pegunungan Bintang telah menyewa pesawat komersial untuk melakukan evakuasi.


"Kami tahu kondisi di Pegunungan Bintang cepat berubah sehingga pesawat yang disewa harus memastikan betul kondisi cuaca aman untuk penerbangan," kata dia.


Untuk pelaku penyerangan, Kamal belum bisa memastikan apakah mereka termasuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau bukan.


Tetapi, ia menyebut di Pegunungan Bintang ada beberapa KKB. "Kami masih terus dalami," kata dia.(NET)






TRENDINGMore