Apindo Sumut Minta Usut Tuntas Penimbunan Minyak Goreng di Sumut

Sabtu, 19 Februari 2022, 15:53 WIB
Last Updated 2022-02-19T08:53:54Z

 

Satgas pangan Ditreskrimsus Polda Sumut dan Pemrov Sumut menyidak tiga gudang minyak goreng di wilayah Deliserdang, Sumatera Utara. Satgas menemukan ribuan minyak goreng kemasan diduga ditimbun, Jumat (18/2).

 


DELISERDANG-BERITAGAMBAR :

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara Parlindungan Purba angkat bicara terkait adanya penemuan gudang di Deliserdang yang diduga digunakan untuk melakukan penimbunan minyak goreng. 


Selain mengecam keras aksi penimbunan ini, Parlindungan juga menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh produsen itu mengingat perbuatan tersebut merugikan masyarakat yang saat ini tengah berada dalam kondisi yang kesulitan.


"Saat ini sedang sulit, pandemi belum usai, Ditambah lagi keluhan warga yang kesulitan mendapatkan minyak goreng, UMKM kecil menjadi semakin merana karena tak bisa mendapatkan minyak goreng untuk jualan, Janganlah begitu, jangan mencari keuntungan di tengah kesulitan," ujarnya, Sabtu (19/2). 


Parlindungan juga dengan tegas meminta kasus ini dibawa ke ranah hukum karena melanggar UU.


" Ini harus dibawa ke ranah hukum, kita minta polisi turun tangan mengusut tuntas masalah ini, Jika terbukti bersalah harus ditindak,"tegasnya.



Pria yang akrab dipanggil Bang Parlin ini juga mengimbau kepada Produsen maupun distributor lain untuk segera melakukan penyaluran minyak goreng ke masyarakat.


Parlin juga menyampaikan apresiasinya kepada Satgas pangan Sumut yang berhasil mengungkap dugaan penimbunan minyak goreng ini.


"Saya sampaikan apresiasi sebesar-besarnya ke pemerintah provinsi dalam hal ini Satgas Pangan Sumut yang terus bergerak dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng ini," pungkasnya.


Diketahui, Satgas Pangan Sumut melakukan sidak di salah satu gudang yang berada di Lubuk Pakam, Deliserdang, Jumat (18/2). 


Dalam sidak ini petugas menemukan sebanyak 1.375.000 liter atau setara 1,1 juta kilogram minyak goreng siap edar yang masih menumpuk dan belum juga disalurkan.(BG/DS)

TRENDINGMore