MEDANNEWSPENDIDIKAN

HMJ Hukum UINSU Gelar Simposium Kebangsaan

Minggu, 07 Januari 2024, 13:48 WIB
Last Updated 2024-01-07T06:49:19Z
Acara simposium kebangsaan yang dilaksanakan HMJ Hukum UINSU.


MEDAN-BERITAGAMBAR :

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) menggelar seminar nasional simposium kebangsaan di Aula Utama Kampus I, Sabtu (6/1/2024).


Simposium kebangsaan ini bertajuk harmoni kebhinekaan menuju masa depan mahasiswa dalam membangun kebangsaan yang kuat berkolaborasi, kepemimpinan dan cakap hukum menuju Indonesia emas 2045.


Acara mengundang para pemateri yang akan menjabarkan tentang kepemimpinan dan penegakan hukum, yakni Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi diwakilkan oleh Kasubbid Bankum Bidkum Polda Sumut, Kompol Asmara Jaya dan perwakilan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), Idianto, Jaksa Fungsional, Juliani itu dibuka oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UINSU, Syafruddin Syam.



Dalam sambutannya, Syafruddin menyampaikan, mahasiswa sangat menentukan emas atau tidaknya Indonesia pada 2045 nantinya. Dikatakan, ada 3 dasar gelar akademik (Tri Dharma Perguruan Tinggi) yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.


“Jadi kita sebagai insan akademis, yang pertama mahasiswa harus mempunyai kualitas ke dalam perluasan ilmu, kognitif, afektif dan psikomotorik. Jangan mudah terkena hoax, karena korban isu lebih banyak baca medsos ketimbang baca buku dan riset. Untuk itu harus diperbaiki budaya kita, maka pendidikan harus dikuatkan. Selain itu, teknologi juga berkembangkan cepat namun masalah juga makin ramai, dengan itu mahasiswa harus mampu menjembatani masalah dengan solusi,” ujarnya.


Syafruddin juga mengatakan, dalam pengabdian menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) tentunya mahasiswa akan menggunakan partisipasinya sebagai pihak yang bisa menilai, mengawal dan mengontrol, agar kondusifitas bangsa semakin kuat.


“Perbedaan itu jangan sampai memecah persatuan kita. Terakhir, sebagai insan yang religi maka adab, budi pekerti dan akhlak harus menjadi penciri bangsa kita,” tegasnya.



Ketua HMJ Hukum UINSU, Rahma Auliyani menerangkan, tujuan dari seminar nasional ini agar para mahasiswa mengetahui peran dan fungsinya bahwa pada 21 tahun ke depan akan mensukseskan Indonesia Emas 2045.


“Kita mahasiswa sebagai kaum muda intelektual harus menanamkan sejak dini kepemimpinan dan cakap hukum untuk nanti ke depannya Indonesia mau dibuat apa. Di Indonesia inilah nanti arah kepemimpinan itu bisa baik atau enggak itu tergantung dari pemudanya,” ujarnya.


Selain itu, Rahma berharap kepada anak muda dalam acara seminar itu jangan malas untuk menulis dan membaca. “Karena kita adalah sepucuk surat untuk masa depan,” tutupnya. (BG/MED)

TRENDINGMore