DAERAHNEWSSUMUT

Poktan Sauduran Inovasi Produksi Pupuk Bokash

Minggu, 21 Januari 2024, 20:36 WIB
Last Updated 2024-01-21T13:36:29Z
Poktan Sauduran saat melakukan pengolahan pupuk organik.


TOBA-BERITAGAMBAR :


Kelompok Tani (Poktan) Sauduran, Desa Dolok Saribu, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba melakukan inovasi dengan memproduksi pupuk organik padat dan cair (bokashi) guna mengatasi kelangkaan pupuk kimia.


Usaha yang dilakukan mereka sangat berdampak memenuhi kebutuhan pupuk dalam situasi saat ini. Dimana terjadi kelangkaan pupuk kimia dan jika ada dibandrol sangat tinggi. Maka untuk menyuburkan tanaman, anggota kelompok menggunakan pupuk bokashi.


Ketua Poktan Sauduran, Alma Boru Manurung mengatakan, saat ini produksi pupuk organik masih sebatas kebutuhan untuk anggota kelompok sendiri, karena fasilitas alat yang produksi masih sangat terbatas. Juga berhubung keuangan dari kelompok belum mendukung membeli kebutuhan alat untuk memprosesnya.


“Sampai saat ini mesin pencacah masih meminjam, karena kas kita belum mencukupi membelinya. Demikian juga alat fermentasi sesudah dicacah belum memadai menghasilkan pupuk organik yang mendapatkan hasil maksimal untuk dijual ke pasaran,” kata Alma baru-baru ini.


Ia berharap, ke depannya Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Toba atau Pemerintah Desa (Pemdes) setempat mau membantu pihaknya dalam pengadaan alat-alat yang dibutuhkan.


Diketahui pupuk organik bokashi selain hasil yang didapat sama dengan pupuk kimia, juga bisa menyeimbangkan struktur hara tanah. Ini artinya jelas pupuk organik lebih menguntungkan dari pupuk kimia.

“Siapa tahu ke depannya kelompok ini dapat menjadi produsen pupuk organik di Kecamatan Uluan, bahkan di Kabupaten Toba,” kata Alma lagi.


Poktan ini sudah melakukan pengolahan pupuk organik sejak tahun 2004 lalu untuk kebutuhan lahan pertanian anggota kelompok berjumlah 23 Kepala Keluarga (KK). Kegiatan mereka pun mendapat dukungan dari Kepala Desa (Kades) setempat.


Diketahui kelompok tersebut terus berkembang dan memiliki Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang aktif, juga mempunyai kas sebesar kurang lebih Rp 40 jutaan. Selain itu, hasil pupuk organik sudah dibuktikan mampu menyuburkan tanaman dari anggota kelompok.


Hasiholan Doloksaribu selaku Kades Doloksaribu membenarkan di desanya telah terbentuk poktan yang selalu aktif memproduksi pupuk organik demi kebutuhan anggota kelompoknya.


Pihaknya sangat merespons keluhan dari kelompok tersebut. Selanjutnya akan berkoordinasi dengan Distan dan Dinas Pemerintahan Desa (PMD) untuk menyelesaikan kendala yang dihadapi kelompok tersebut.


“Memang mereka sudah sering menyampaikan proposal, namun kita bingung anggaran mana yang tepat agar dapat membantu. Jika melalui pembentukan BUMDes agak rumit pertanggungjawabannya. Tetapi akan kita upayakan melalui bantuan peningkatan perekonomian masyarakat melalui dana desa,” kata Hasiholan.(BG/TB)

TRENDINGMore