DAERAHNEWSSUMUT

Puluhan Perangkat Desa Sampaikan Aspirasi ke PMD Kota Padangsidimpuan

Senin, 04 Maret 2024, 18:40 WIB
Last Updated 2024-03-04T11:40:35Z
 Kadis PMD Kota Padangsidimpuan, Ismail Fahmi Sormin didampingi Ketua PPDI Kota Padangsidimpuan, Banua Hasibuan memberikan keterangan pers terkait kedatangan puluhan perangkat desa ke Kantor PMD Kota Padangsidimpuan yang menyampaikan aspirasi, Senin (4/3/2024).




PADANGSIDIMPUAN-BERITAGAMBAR :

Menggunakan seragam dinas lengkap, puluhan perangkat desa di Kota Padangsidimpuan mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Komplek Perkantoran Palopat Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Senin (4/3/2024). 


Kedatangan sekitar 90-an perangkat desa pada pukul 10.00 WIB tersebut guna meminta kejelasan terkait banyaknya perangkat desa yang terancam diberhentikan sepihak oleh para kepala desa.



Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kota Padangsidimpuan, Banua Hasibuan menyebutkan, persoalan tersebut berawal banyaknya menerima keluhan para perangkat desa. Sebagian di antara mereka ada yang sudah diberhentikan dan sebagian lainnya mendapat sinyal diberhentikan.


“Kami datang karena adanya keluhan para perangkat desa yang diberhentikan. Sifatnya memediasi agar masalah ini tidak menimbulkan polemik di desa. Dan kalau pemberhentian terjadi seyogianya melalui prosedur yang jelas,” Katanya.



Menyahuti aspirasi pada perangkat desa tersebut, Ismail Fahmi Sormin Kepala Dinas Pemerintahan Desa (PMD) Kota Padangsidimpuan menerangkan bahwa pemberhentian perangkat kepala desa bisa saja terjadi, apalagi di desa yang kepala desanya baru terpilih.


“Pasti ada perangkat desa yang diberhentikan, mungkin tidak sejalan, mungkin lawan politik, namun prosedur harus di ikuti,” katanya.


Dia berharap kepala desa yang mau mengganti perangkat desanya harus terlebih dahulu berkordinasi dengan camat atau PMD atau walikota sebelum melakukan pergantian. Karena pergantian itu ada aturannya, tidak kesan sepihak. “Itu kan ada aturannya. Itu harus dipelajari kepala desa dulu sebelum memberhentikan sepihak yang dapat menimbulkan dinamika politik di desa tidak sehat,” katanya.(BG/PSP)


TRENDINGMore