NEWSPERISTIWASUMUT

BPBD Sumut: Ada Tujuh Kabupaten/Kota di Sumut Diterjang Banjir Bandang dan Longsor, Jalan Terputus

Selasa, 25 November 2025, 18:23 WIB
Last Updated 2025-11-25T11:23:10Z

 

BPBD Sumut: Ada Tujuh Kabupaten/Kota di Sumut Diterjang Banjir Bandang dan Longsor, Jalan Terputus. 

MEDAN-BERITAGAMBAR :

Bencana alam banjir bandang hingga longsor, menerjang tujuh kabupaten/kota, Provinsi Sumatera Utara, sejak Senin (24/11/2025) malam hingga Selasa (25/11/2025).


Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, ketujuh kabupaten/kota tercatat tersebut adalah Kota Sibolga terjadi longsor dan banjir, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), terjadi longsor dan banjir.


Kabupaten Nias Selatan terjadi longsor, Kota Gunungsitoli terjadi longsor, Kabupaten Mandailing Natal terjadi banjir, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terjadi banjir dan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) banjir bandang.


Kepada wartawan, Selasa (25/11/2025), Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati menjelaskan untuk Kota Sibolga longsor terjadi di Jalan II Nommensen, Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara.


"Pada Senin 24 November 2025 pukul 21.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Tanah Longsor yang mengakibatkan tertutupnya akses Jalan Kelurahan rianiate jalan lintas penghubung kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal putus total," kata Sri.


Untuk di Kota Gunungsitoli terjadi longsor di Kecamatan Gunungsitoli Selatan, di Jalan Nias Tengah KM 12 Hiligodu Ombolata dan Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Dusun II Desa Samasi.


"Pada Senin 24 November 2025 pukul 01.00 WIB. Akibat cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama mengakibatkan jalan lintas Nias tengah KM 12 Desa Hiligodu Ombolata Kecamatan Gunungsitoli Selatan mengalami longsor sepanjang 25 meter. Serta tembok penahan tebing jalan di Dusun II Desa Samasi mengalami longsor, kejadian longsor juga berdampak pada salah satu rumah warga," katanya.


Di Kabupaten Tapteng terjadi banjir di 7 Kecamatan, yakni Kecamatan Pandan, Kelurahan Lubuk Tukko dan Kelurahan Sibuluan Nauli. Kecamatan Sarudik, Kelurahan Sibuluan Nalambok dan Kelurahan Pondok Batu.


Kemudian, Kecamatan Badiri, Desa Aek Horsik. Kecamatan Barus, Desa Pasar Terandam dan Kelurahan Padang Masiang. Kecamatan Kolang, Desa Hurlang Muara Nauli, Desa Satahi Nauli, Kelurahan Pasar Onan Hurlang, Kelurahan Kolang Nauli. Kecamatan Tukka, Kelurahan Hutanabolon. Kecamatan Lumut, Desa Lumut Maju.


"Pada Minggu, 23 November 2025, Pukul 18.00 WIB, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah melaporkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada 17 November 2025 hingga 22 November 2025 mengakibatkan banjir di beberapa Desa/Kelurahan di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah," ucap Sri.


Di Kabupaten Mandailing Natal, terjadi Kecamatan Muara Batang Gadis Desa Huta Imbaru (Siulang-Aling), Desa Lubuk Kapundung dan Kecamatan Siabu, Desa Tangga Bosi III.


Sri menjelaskan Sabtu, 22 November 2025 Pukul 16.13 WIB, BPBD Madina menerima informasi bahwa telah terjadi Banjir setinggi 1,5 meter yang disebabkan curah hujan dan meluapnya air sungai ke Permukiman Desa Huta Imbaru (Siulang-Aling), Kecamatan Muara Batang gadis.


"Pada Senin 24 Nov 2025 sekitar Pukul 11.30 WIB. Telah terjadi banjir di Desa Tangga Bosi III Kecamatan Siabu yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Aek Badan, yang mengalami peningkatan debit air cukup signifikan akibat tingginya intensitas hujan selama dua hari berturut-turut. Kondisi tersebut menyebabkan arus sungai melampaui kapasitas dan memutuskan dek penahan sungai di salah satu titik rawan," ungkap Sri.


Banjir bandang di Kabupaten Taput, menyebabkan Jembatan Aek Puli di Kecamatan Simangumban terputus, Selasa siang, 25 November2025 pukul 14.00 WIB. Jembatan ini merupakan penghubung utama antara Kecamatan Pahae Jae dan Simangumban, sekaligus jalur nasional Tarutung–Sipirok, sehingga akses kini lumpuh.


Peristiwa terjadi di Desa Simangumban Julu setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut tanpa henti. Air meluap hingga akhirnya merusak struktur jembatan.


BPBD Taput bersama pihak kecamatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan memberikan imbauan kepada warga agar menjauhi wilayah rawan. Tim TRC BPBD Taput juga sudah berada di lapangan melakukan asesmen.


“Dinas Perhubungan Taput mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur Pangaribuan-Silantom sebagai jalur alternatif menuju Tarutung-Sipirok sementara waktu,” kata Staf bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Taput, Septian Yudiansyah Nasution.


BPBD Taput mengimbau warga untuk tetap waspada. Saat ini penanganan darurat melibatkan BPBD, Dinas PUTR, Dinas Perhubungan, aparat kecamatan, aparat desa, TNI-Polri, serta warga sekitar masih terus dilakukan. (BG/MED) 


TRENDINGMore