DAERAHNEWSSUMUT

Pastikan Stok Beras di Sumut Aman, Mentan: Kami Siapkan 3 Kali Lipat dari Kebutuhan

Rabu, 03 Desember 2025, 15:45 WIB
Last Updated 2025-12-03T08:46:27Z

 

Mentan Andi Amran Sulaiman, didampingi Gubernur Bobby Nasution dan Bupati Masinton Pasaribu meninjau Kompleks Pergudangan Sarudik, Tapanuli Tengah, Rabu (3/12/2025).

TAPTENG-BERITAGAMBAR :

Mentan Andi Amran Sulaiman, didampingi Gubernur Bobby  Nasution dan Bupati Masinton Pasaribu meninjau Kompleks Pergudangan Sarudik, Tapanuli Tengah, Rabu (3/12/2025).


Mentan Amran memastikan akan mengirim 3 kali lipat kebutuhan beras di lokasi bencana yang ada di Sumut dan juga memperbaiki lahan sawah, lahan jagung serta menyiapkan benih gratis.lensamedan-diskominfo sumut



Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memastikan stok beras di Sumatera Utara (Sumut), Aceh dan Sumatera Barat aman.


Dia menyiapkan stok 3 kali lebih banyak dari kebutuhan normal untuk ketiga provinsi yang menagalami bencana longsor dan banjir akhir bulan lalu.


Sumut membutuhkan beras sekitar 5.000 ton untuk memenuhi kebutuhan di daerah terdampak banjir dan longsor.


Sebagai cadangan, Mentan menambah menjadi 15 ribu ton dan akan segera dikirim ke Sumut.


"Kami tanda tangan dengan Gubernur di lokasi, permintaannya 5 ribu ton, kami siapkan 3 kali lipatnya, kami kirim. Saudaraku sabar, pemerintah tidak akan biarkan satu orangpun kekurangan beras," kata Andi Amran Sulaiman. 


Saat ini 600 ton beras telah sampai ke Pelabuhan Sibolga, dan kemudian dilanjutkan 10.000 ton.


Amran juga berharap bantuan beras ini bisa dilakukan dalam satu tahap.


"Sudah tiba, sudah sandar 600 ton dan kami akan kirim untuk cadangan 10.000 ton, kalau bisa satu kapal, satu tahap karena orang-orang sudah butuh," kata Amran.


Selain itu, terkait sawah yang rusak, Kementan akan memperbaikinya hingga siap tanam kemudian menyiapkan bibit untuk 40 Ha.


Begitu juga untuk jagung, sekitar 604 Ha lahan rusak dan akan segera diperbaiki dan disiapkan bibit untuk 1.000 Ha.


"Kami beri waktu 1 minggu untuk administrasinya, dimana patok tanahnya, kemudian kita akan perbaiki, alat beratnya kami bekerja sama dengan kontraktor lokal, Pak Bupati, Pak Gubernur tinggal tunjuk, langsung kerjakan," terang Amran.


“Jadi semuanya ditanggung pusat, membangun, mencetak sampai tanam. Kami akan bangun (sawah ini) seperti semula, kami tanami sampai serah terima kepada pemiliknya,” katanya.


Amran Sulaiman mengungkap, data yang diterima pihaknya tercatat 33.000 hektar sawah masyarakat Tapteng terdampak bencana.


“Nanti pusat yang biayai. “Dipature sude”. Kalau ada yang tinggal tanam, kami kirim benih dan peralatan pertanian,” kata Amran Sulaiman.


Semua ditangani sesuai kondisinya, kemudian bagi yang sawahnya masih bagus, juga akan dikirim benih dan alat pertanian.



“Pemerintah akan ambil alih membangun sampai kembali jadi sawah, kami kirim peralatan dan bantuan benih gratis,” kata Amran.


Lahan sawah masyarakat tersebut terpantau telah rata tertimbun lumpur dan pasir serta gelondongan kayu.


Sementara untuk akses ke lokasi-lokasi bencana, Gubernur Sumut, Bobby Nasution, memastikan pihaknya terus bekerja untuk membuka akses utama distribusi.


Sehingga seluruh bantuan bisa masuk ke daerah-daerah yang terisolasi.


"Semuanya lagi benar-benar berupaya memperbaiki jalur-jalur utama, baik yang masuk ke Tapteng dan juga yang didalam Taptengnya, kalau masih ada tumpukan lumpur ini akan menjadi prioritas," kata Bobby Nasution.



.



TRENDINGMore