![]() |
| Update Korban Jiwa Bencana di Tapteng, 122 Orang Meninggal Dunia dan 50 Dicari. |
TAPTENG-BERITAGAMBAR :
Korban jiwa bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus bertambah. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng, pada Minggu (14/12/2025) melaporkan jumlah penduduk yang terdampak bencana alam sebanyak 296.453 jiwa (73,58 persen).
Kemudian, penduduk yang meninggal dunia sebanyak 122 jiwa, penduduk yang luka 26 jiwa, dalam pencarian 50 jiwa, dan jumlah penduduk yang mengungsi sebanyak 10.887 jiwa.
Sementara itu, pencarian terhadap korban banjir bandang dan longsor di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, membuahkan hasil dengan menemukan dua sosok mayat laki-laki.
Camat Tapian Nauli, Harrys PT Sihombing, menyampaikan, penemuan jenazah pertama pada pukul 15.11 WIB atas nama Elkana Hutagalung, usia 64 tahun.
Kemudian, upaya pencarian korban terus dilakukan dengan menyisir area longsoran dan pada pukul 15.16 WIB, Tim kembali menemukan korban atas nama Zepta Hutabarat, usia 63 tahun.
“Tim Tanggap Darurat Bencana Alam Tapteng dalam melakukan pencarian dengan menurunkan dua unit alat berat milik Pemkab Tapteng dan milik Korem 023/KS,” ujarnya.
Ia menjelaskan kedua jenazah korban dievakuasi menggunakan kantong jenazah Basarnas, selanjutnya diserahkan kepada keluarga dan langsung dikebumikan di tanah milik keluarga masing-masing.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tapteng, Sonny Nasution, menyampaikan tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap warga yang hilang.
“Masih ada lagi dalam pencarian sekitar 50 jiwa. Jumlah penduduk yang mengungsi sebanyak 10.887 jiwa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Tim SAR terus bekerja melakukan pencarian di sejumlah titik rawan dengan melibatkan personel TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Pemkab Tapteng memprioritaskan upaya evakuasi dan pencarian korban di lokasi yang sulit terjangkau.
Menurutnya, hingga saat ini, Pemkab Tapteng tetap menjalankan status tanggap darurat bencana. Pemerintah daerah mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu warga terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Bupati bersama Wakil Bupati Tapteng juga turun langsung ke lapangan. Keduanya mendatangi rumah-rumah warga secara door to door untuk menyalurkan bantuan, terutama di wilayah yang terisolasi akibat banjir bandang dan longsor.
“Pemkab Tapteng memusatkan distribusi bantuan logistik ke daerah-daerah yang masih terisolir akibat akses jalan terputus,” katanya.
Bantuan logistik yang didistribusikan meliputi bahan makanan, obat-obatan, perlengkapan darurat, serta kebutuhan anak-anak dan lansia. Berdasarkan pantauan Mistar, Tim SAR gabungan bersama relawan dan masyarakat masih terus melakukan pencarian. Untuk mencari korban, Polisi juga mengerahkan 4 anjing pelacak di sejumlah lokasi rumah yang terdampak longsor.
![]() |
| Alat berat sudah mulai beroperasi membersihkan longsoran di jalan Tukka dekat Maduma, masih tertimbun longsor. |
Banjir bandang dan longsor hampir merata di wilayah Kabupaten Tapteng. 80 persen wilayah itu yang terdiri dari 20 kecamatan ‘babak belur’ dihantam bencana yang terjadi pada Selasa (25/11/2025).
BPBD Tapteng juga melaporkan, dari 19 Desa dan Kelurahan yang sebelumnya terisolasi, saat ini sudah 9 telah berhasil terbuka. “Hari ini tinggal 10 desa dan Kelurahan yang masih terisolir yang tersebar di 5 kecamatan,” kata Sony.
Ia menjelaskan distribusi logistik pangan dilakukan melalui jalur udara. Sebagian dilakukan dengan berjalan kaki.
Sementara itu, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut.
“Tetap waspada dengan kondisi alam yang terus hujan, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai,” tuturnya, seraya berpesan kepada masyarakat bagi yang belum mendapatkan bantuan agar segera melaporkan kepada pemerintah terdekat.
“Jangan sampai ada warga yang kelaparan dalam situasi ini. Kita harus bangkit, kita harus kuat dan bekerjasama untuk menghadapi kondisi bencana ini,” ucapnya.

