![]() |
| Salah satu alat berat sudah diturunkan di lokasi kebakaran pabrik sandal di Medan Deli, Rabu (28/1/2026). |
MEDAN-BERITAGAMBAR :
Mebakaran hebat melanda pabrik sandal PT Garuda Mas Perkasa (GMP) di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, belum berhasil dipadamkan, Rabu (28/1/2026) pukul 10.00 WIB.
Pantauan Wartawan, belum terlihat upaya evakuasi. Namun, satu unit alat berat sudah diturunkan ke lokasi.
Pihak pabrik bersama petugas menutup gerbang untuk memaksimalkan kinerja petugas damkar memadamkan api. Warga sekitar dan pihak pabrik pun sempat adu mulut.
“Kalau nggak bisa bantu, jangan jadikan tontonan. Minggir semua, biar leluasa pemadam masuk ke sini,” ucap seorang perempuan perwakilan pabrik, Rabu (28/1/2026).
Sejumlah mobil pemadam masih silih berganti memasuki kawasan pabrik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak berwenang yang memberikan konfirmasi mengenai kebakaran.
HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya Novianti, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran pabrik sandal yang beralamat di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Selasa (27/1/2026) malam.
“Informasi yang beredar di media sosial dan yang kita dengar disebutkan ada korban jiwa. Sampai sejauh ini tidak ada korban jiwa,” ucap Maya kepada sejumlah awak media, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, kebakaran terjadi saat istirahat karyawan shift dua. Saat itu, lokasi kejadian tidak sedang dipenuhi pekerja.
“Kebakaran terjadi saat karyawan yang masuk shift dua, dan itu waktu istirahat. Wilayah itu memang tidak dimasuki karyawan. Ada tiga gerbang yang menjadi jalur evakuasi, dan anak-anak sudah pada keluar,” tuturnya.
Menurutnya, sedari awal pihak perusahaan memprioritaskan evakuasi terhadap karyawan.
“Anak-anak kita selamatkan dulu,” katanya.
Terkait sumber kejadian, perempuan berkacamata itu mengaku belum dapat memastikan penyebab kebakaran.
“Kalau sumber api sampai saat ini belum tahu dari mana. Asap terlihat dari bagian sebelah sana, tapi pastinya belum diketahui,” ujarnya sembari menunjuk salah satu gudang
(BG/MED)
