KEUANGANNEWSSUMUT

Gubsu Minta Pemerintah Pusat Revisi Alokasi Dana Penanganan Bencana

Selasa, 03 Maret 2026, 12:31 WIB
Last Updated 2026-03-03T05:31:16Z

 

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution. 

MEDAN-BERITAGAMBAR:

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menanggapi alokasi dana penanganan pascabencana Sumut yang terkecil diberikan pemerintah dari provinsi terdampak bencana lainnya. Pemerintah Pusat  pun diharap dapat merevisi hal tersebut.


Menurut Bobby, pihaknya telah melaporkan kondisi riil di lapangan terkait kerusakan dan kebutuhan penanganan pascabencana di Sumut. Data Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascbencana (R3P) pun telah diverifikasi oleh lembaga yang berwenang.


“Itu kemarin saat rapat membahas dana penanganan bencana datanya kan diambil dari R3P masing-masing daerah, dan R3P itu datanya sudah dikonfirmasi ke Kementerian, Lembaga dan BPS serta Bappenas, jadi bukan hanya dibuat pemerintah daerah,” ujarnya. 


Bobby keberatan Sumut mendapatkan porsi anggaran yang paling kecil di antara provinsi lainnya. Diketahui kebutuhan Sumut dalam R3P sebesar Rp30 triliun lebih, sementara alokasi yang diberikan pemerintah pusat hanya sekitar Rp2,1 triliun.


“Dari yang kita masukan semua, Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp56 triliun untuk tiga provinsi, kita keberatannya pembagian ke Sumut hanya Rp2,1 triliun dari Rp30 triliun yang kita butuhkan,” ucapnya.


Bobby mempertanyakan dasar dari penetapan alokasi dana tersebut sehingga Sumut mendapati porsi anggaran terkecil.


“Kita sampaikan kita sedikit kecewa dan keberatan dengan angka tersebut. Tolak ukurnya kan dampak dan korban, padahal kita, dan setelah Aceh kita korbannya yang banyak dan dampak kerusakannya juga kita banyak tapi anggarannya kita yang kecil, ini yang kita pertanyakan,” tuturnya.


Jika dilihat dari data riil, menurutnya Sumut hanya berada di bawah Aceh dalam hal korban dan dampak kerusakan. “Kalau dilihat dari jumlah korban, seharusnya kita tidak segitu lah angkanya, tapi mudah-mudahan bisa direvisi,” ucapnya.(BG/MED) 

TRENDINGMore