SAMOSIR-BERITAGAMBAR :
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Samosir dr Friska Situmorang dan Perangkat Desa mengunjungi rumah duka PJS (16), Selasa (31/3/2026).
Rombongan Kepala Dinas P3APPKB diterima langsung orangtua almarhum PJS, Tunggul Sidabutar, istrinya Betty Agustina Sihombing dan keluarga.
Pemkab Samosir, menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya PJS, semoga amal ibadahnya diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan, “ujar dr Friska.
“Dari perbincangan kami dengan orang tua PJS Tunggul Sidabutar, disampaikan kematian anaknya tidak benar karena faktor ekonomi,” tegasnya.
Kebutuhan harian korban selama ini tetap terpenuhi, bahkan setiap hari korban diberikan uang jajan.
“Orang tua korban menyampaikan bahwa setiap hari korban diberikan ongkos sebesar Rp15.000,” ujarnya.
Selain itu, perlu disampaikan, berdasarkan data di desa, keluarga tersebut merupakan penerima bantuan sosial,”ujarnya.
Adapun bantuan yang telah diterima keluarga korban dari Pemerintah, antara lain:
1. Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2021-2023
2. Program bedah rumah pada tahun 2021
3. Bantuan tahun 2025 berupa BLTS Kesra, beras 10 kilogram, dan minyak makan 4 kilogram
4. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun 2026
Sebelumnya, dikabarkan seorang Siswa kelas X di SMA Negeri 1 Simanindo, PJS (16) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar mandi rumahnya di Desa Huta Ginjang, Kecamatan Simanindo, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Beredar kabar di tengah masyarakat, Di duga korban nekat mengakhiri hidupnya karena himpitan ekonomi. Dimana keperluan sehari-hari untuk bersekolah tidak terpenuhi. (BG/Su)
