DAERAHNEWSSUMUT

Kasus HIV di Pematangsiantar Meningkat Sejak Tiga Tahun Terakhir

Kamis, 02 April 2026, 12:22 WIB
Last Updated 2026-04-02T05:23:32Z

 

Kasus HIV di Pematangsiantar Meningkat Sejak Tiga Tahun Terakhir. 

PEMATANGSIANTAR-BERITAGAMBAR :


Tren penyebaran virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Pematangsiantar terus menunjukkan grafik peningkatan yang mengkhawatirkan dalam tiga tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan upaya preventif pemerintah setempat seolah menemui jalan buntu.


Berdasarkan data yang dihimpun, angka kasus positif HIV di Kota Sapangambei Manoktok Hitei ini merayap naik dari tahun ke tahun. Pada 2023, sebanyak 132 orang dinyatakan positif. Jumlahny melonjak menjadi 138 kasus pada tahun 2024. Puncaknya, di tahun 2025 angka penularan menembus rekor baru dengan 143 kasus positif.


Kepala KPAD Pematangsiantar, Dedi Purwanto, mengatakan tahun 2025 menjadi periode dengan temuan kasus tertinggi. Temuan ini bak fenomena gunung es yang sedang mencuat ke permukaan, namun sekaligus menjadi tamparan bagi efektivitas program kerja pemerintah kota.


“Kasus tertinggi memang terjadi di tahun 2025 dengan 143 orang yang dinyatakan positif HIV,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).


Ironisnya, virus ini menyerang kelompok usia produktif yang seharusnya menjadi tulang punggung kota. Pada 2025, sebaran umur penderita HIV di Pematangsiantar meliputi usia 25-49 tahun: 92 orang (kelompok dominan); usia 20-24 tahun: 25 orang; usia 50 tahun ke atas: 20 orang; usia 15-19 tahun: 5 orang; dan usia 4 tahun ke atas: 1 orang.


Dedi mengatakan usia 25-49 tahun menunjukkan bahwa kelompok masyarakat yang paling aktif secara ekonomi dan sosial adalah yang paling rentan terpapar.


“Data faktor risiko tahun 2025 membuka tabir penyebab utama penyebaran. Ternyata populasi umum memegang angka tertinggi dengan 65 kasus, disusul kelompok lelaki suka lelaki (LSL) sebanyak 41 kasus,” katanya.


Adapun faktor risiko penularan HIV 2025 di Pematangsiantar terdiri dari populasi umum 65, LSL 41, pasien Tuberkulosis (TB) 16, ibu hamil 4, pelanggan pekerja seks (PS) 4, waria 3, psangan ODHIV 3, pasangan risiko tinggi (Risti) 3, wanita pekerja seks (WPS) 2, hepatitis 1, infeksi menular seksual (IMS) 1.


Peningkatan konsisten selama tiga tahun berturut-turut (2023-2025) memicu pertanyaan besar, sejauh mana efektivitas sosialisasi dan pengawasan yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Pemko Pematangsiantar.


Tingginya angka pada populasi umum menandakan bahwa edukasi mengenai perilaku seks aman dan bahaya HIV belum menyentuh lapisan masyarakat bawah secara merata. Sementara itu, angka pada kelompok LSL yang mencapai 41 kasus mengindikasikan perlunya pendekatan khusus yang lebih intensif dan tidak sekadar formalitas.


Masyarakat menanti langkah nyata dari Wali Kota Pematangsiantar untuk menekan angka ini di tahun 2026. Jika kebijakan yang diambil masih bisnis seperti biasa, maka Pematangsiantar terancam kehilangan generasi emasnya akibat ledakan kasus HIV yang tidak terkendali. (BG/PS) 


TRENDINGMore