DAERAHNEWSSUMUT

Seorang Anak Tewas Tenggelam Di Tepi Pantai Danau Toba, Parapat

Sabtu, 28 Maret 2026, 18:30 WIB
Last Updated 2026-03-29T01:33:21Z

 

Pantai Wisma Bahari Parapat Telan Korban Jiwa Bocah 8 Tewas Tenggelam Diduga Minim Pengawasan. 


PARAPAT-BERITAGAMBAR :

Seorang anak  SSNA (8) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain air di tepi pantai Danau Toba persisnya kawasan objek wisata Pantai Wisma Bahari, Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 11.40 WIB.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis itu terjadi saat korban tengah berlibur bersama keluarganya di lokasi wisata tersebut. Kejadian ini pun menuai sorotan dari sejumlah pengunjung yang menilai adanya dugaan kurangnya pengawasan dari pihak pengelola pantai.


Salah seorang pengunjung menyebutkan, sebelum tenggelam korban sempat terlihat panik.


“Awalnya korban bermain seperti biasa, tapi tiba-tiba terlihat melambaikan tangan, lalu hilang,” ujarnya.


Pengunjung lain juga menyoroti sistem keamanan di lokasi wisata tersebut. Diketahui, setiap pengunjung dikenakan tarif masuk sebesar Rp15.000 per orang, namun dinilai tidak diimbangi dengan jaminan keselamatan, seperti keberadaan petugas pengawas di area pantai.


Warga dan pengunjung yang berada di lokasi langsung melakukan pencarian secara manual. Tidak lama kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat untuk mendapatkan pertolongan medis.


Kapolsek Parapat, AKP Mantho Pandiangan, SH, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban sempat mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.


“Korban benar sempat dilarikan ke RSUD Parapat, namun tidak dapat diselamatkan,” ujarnya.


Lebih lanjut, AKP Mantho Pandiangan menjelaskan bahwa korban merupakan warga Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sejumlah faktor yang diduga berkontribusi terhadap kejadian tersebut.


“Di lokasi tidak terdapat jaring pembatas di dalam air, sehingga memungkinkan korban terseret arus. Selain itu, tidak ada penanda kedalaman air di area pelampung, serta tidak ditemukan petugas khusus yang melakukan pengawasan di pantai,” jelasnya.

TRENDINGMore