![]() |
| Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan,, menemui dua siswa SMA Unggul DelHantari Angel dan Ruhut Lumbanraja. Keduanya akan segera berangkat ke Rochester, Amerika Serikat |
TOBA :
Di tengah suasana libur Paskah pagi ini, Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan, menemui dua siswa berprestasi dari SMA Unggul Del, Hantari Angel dan Ruhut Lumbanraja. Keduanya akan segera berangkat ke Rochester, Amerika Serikat, untuk mengikuti ajang Genius Olympiad, kompetisi internasional yang diikuti lebih dari 500 tim dari 70 negara.
Mereka membawa penelitian yang sangat relevan dan membumi, yaitu "smart photobioreactor" yang terintegrasi dengan Artificial Intelligence (AI) untuk mengendalikan pertumbuhan alga di Danau Toba.Persoalan alga ini sebetulnya bukan hal kecil, karena ternyata berdampak langsung pada kualitas air dan kehidupan masyarakat sekitar.
Dengan bantuan AI, seluruh variabel riset ini bisa diolah lebih cepat dan presisi. Ini adalah contoh nyata bagaimana sains dan teknologi menjadi solusi konkret bagi permasalahan lingkungan, sekaligus sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs nomor 6 dan 14 tentang air bersih dan ekosistem perairan.
Saya selalu sampaikan kepada mereka agar jangan pernah merasa tidak percaya diri karena berasal dari kampung di pedesaan. Rendah hati perlu, jangan pernah rendah diri. Kita beruntung hidup di daerah seperti Danau Toba yang memiliki laboratorium alam luar biasa terbuka, luas, dan penuh potensi untuk riset kelas dunia.
Mengembangkan talenta generasi muda tidak bisa dilakukan dengan pendekatan "fire and forget". Mereka harus didampingi dan diarahkan sesuai potensi masing-masing. Anak-anak yang memiliki kemampuan luar biasa perlu difokuskan ke bidang strategis seperti riset AI atau "genome sequencing".
Saya kira peluang tersebut semakin terbuka di masa depan. Apa yang sedang kita bangun di TSTH dan ekosistem pendidikan di sekitar Danau Toba bukan hanya fasilitas, tetapi menumbuhkan keyakinan mereka bahwa peluang berkarya di bidang strategis itu ada, bahkan dari tanah kelahiran mereka sendiri.
Melihat Hantari dan Ruhut hari ini, saya merasa optimis bahwa masa depan bonus demografi negeri ini akan berada di genggaman anak-anak seperti mereka. Tugas kita sebagai orang tua adalah memastikan bakat-bakat itu mendapatkan wadah, arah, dan kesempatan yang tepat untuk bersinar.(Bg/f)
