NEWSPERISTIWASUMUT

Ledakan di Grand Polonia Medan Diduga Dipicu Kebocoran Gas Tanam, 7 Rumah Rusak, 4 Orang Masih Proses Pencarian

Senin, 20 Juli 2026, 20:20 WIB
Last Updated 2026-07-20T13:20:42Z

 



Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak memberikan keterangan kepada wartawan di lokasi ledakan di Kompleks Grand Polonia, Medan.


MEDAN-BERITAGAMBAR:

Polisi menduga ledakan dahsyat yang merobohkan sebuah rumah dan merusak rumah lainnya di kompleks perumahan elite Grand Polonia, Jalan Mustang, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, dipicu kebocoran gas dari pipa gas tanam.




Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, dugaan tersebut merupakan hasil investigasi awal yang dilakukan bersama tim terkait di lokasi kejadian.


"Dari hasil investigasi awal, adanya kebocoran dari pipa gas tanam," ujar Jean Calvijn kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin petang.


Menurutnya, tim gabungan telah memasuki bangunan yang roboh dengan menggunakan alat pendeteksi gas. Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan adanya kebocoran gas bawah tanah yang diduga menjadi pemicu ledakan.


Akibat ledakan tersebut, sekitar enam hingga tujuh rumah mengalami kerusakan akibat hantaman serpihan bangunan.


"Ada enam sampai tujuh rumah di bagian depan yang terkena serpihan," katanya.


Kapolrestabes mengungkapkan, saat ledakan terjadi terdapat enam orang berada di dalam rumah yang menjadi pusat ledakan. Seorang pria lanjut usia berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara seorang balita telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.


"Sementara empat orang lainnya masih dalam proses pencarian. Kita berdoa bersama," ujarnya.


Sebelumnya, ledakan keras menggemparkan warga Kompleks Grand Polonia dan kawasan sekitarnya. Suara ledakan dilaporkan terdengar hingga radius sekitar satu kilometer, disusul robohnya bangunan rumah yang sedang direnovasi.


Hingga Senin malam, proses evakuasi korban masih berlangsung. Aparat kepolisian bersama tim gabungan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ledakan, sekaligus mengevakuasi korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan.


Sebelumnya diberitakan, ledakan diduga terjadi di kawasan Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Senin (20/7/2026).


Akibat peristiwa tersebut, sedikitnya beberapa unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah. 


Berdasarkan informasi yang beredar, ledakan diduga berasal dari salah satu rumah di dalam kompleks.


Dampaknya, kaca-kaca rumah pecah dan material bangunan terlontar hingga mengenai kendaraan serta rumah lain di sekitarnya.


Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi bangunan yang rusak berat dengan puing-puing berserakan di sekitar lokasi.


Sejumlah warga tampak berkumpul untuk melihat kondisi pascakejadian.


Hingga saat ini, aparat kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan.


Sementara itu, akses masuk ke kompleks dijaga ketat oleh petugas keamanan.


Belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti ledakan maupun informasi terkait adanya korban dalam peristiwa tersebut.


Proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kronologi kejadian.


Salah seorang pekerja bangunan, Ali mengaku ledakan yang terjadi di salah satu rumah di Komplek Grand Polonia Medan terdengar begitu dahsyat. Menurutnya, radius suara ledakan dan getaran diduga mencapai 40 hingga 50 meter.


Bahkan, menurutnya ada tiga korban jiwa dalam insiden itu. "Saya kerja bangunan di sebelah rumah yang sumber ledakan. Ledakannya dahsyat, goyang semua, getarannya kenceng. Jendelanya pecah semua," ujarnya, Senin (20/7/2026).


Menurut Ali, setidaknya ada tiga korban yang ia lihat diduga tewas di lokasi. "Setahu saya ada tiga, kemungkinan meninggal. Yang dua positif sudah meninggal," katanya.


Ketiganya, lanjut Ali, pemilik rumah dan pembantu. Ketiganya tertimbun reruntuhan rumah. "Yang dua yang positif sudah meninggal. Yang punya rumah sama pembantu satu. Tertimbun bangunan," ucapnya.


Ia juga membenarkan jika sumber ledakan dari salah satu rumah yang juga sedang direhab. "Rumahnya lagi direhab. Saya kerja di sebelah rumah itu. Yang dua tadi ada keluar terluka mungkin yang bekerja di rumah yang meledak," ujarnya.


Meski begitu, Ali belum dapat memastikan sumber ledakan akibat apa. Menurutnya, ledakan tersebut tidak menimbulkan percikan api.


"Kalau indikasi saya, saya belum pastinya, belum tahu. Tapi kalau jaringan pipa gas ada. Tapi kalau dari pipa gas, saya belum pastikan. Ledakan kan menunggu dari pihak kepolisian," tuturnya.(BG/MED) 


TRENDINGMore