NEWSPOLITIK

Aniaya Warga, Punguan Raja Sitempang dan Manihuruk Minta Anggota DPRD PS Minta Maaf

Selasa, 21 Juli 2020, 18:50 WIB
Last Updated 2020-07-21T14:05:05Z

Pomparan Raja Sitempang dan Raja Simanihuruk datangi kantor DPD Golkar Samosir, meminta klarifikasi pemukulan Anggota DPRD dari Partai Golkar PS kepada Sinton Simanuhuruk.

BERITAGAMBAR.COM-Samosir
Puluhan warga yang menamakan diri sebagai keluarga Raja Sitempang dan Raja Manihuruk mendatangi Kantor DPD Partai Golkar Samosir, di Jalan raya Pangururan-Simanindo, Desa Parsoran I, Kecamatan Pangururan, Selasa (21/7/2020).

Kedatangan pengurus Raja Sitempang dan Raja Manihuruk ini, untuk mendengarkan sikap pengurus partai atas dugaan penganiyaan yang dilakukan anggota DPRD Samosir dari Fraksi Golkar, PS kepada Sintong Manihuruk belum lama ini. Mereka diterima langsung Ketua DPD Partai Golkar, Rosinta Sitanggang dan sejumlah pengurus lainya.

Sama Tua Halomoan Manihuruk, meminta Partai Golkar, supaya memanggil kadernya yang duduk di DPRD Samosir melakukan penganiayaan untuk menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar Punguan Raja Sitempang dan Raja Manihuruk.

"Kedatangan kami ke sini, untuk meminta kesediaan partai, mempertemukan salah satu kadernya, yang melakukan penganiyaan kepada salah satu warga marga Manihuruk, untuk menyampaikan permintaan maaf atas perlakuannya yang tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat," ujar Sama Tua Halomoan.

Dia meminta sikap tegas partai pimpinan Airlangga Hartarto ini, untuk memberikan sanksi tegas kepada kadernya bila tidak mau menyampaikan permintaan maaf.
"Memang telah ada kesepakatan perdamaian kedua belah pihak. Namun, saat peristiwa penganiyaan sudah diketahui pengurus Punguan Raja Sitempang. Kan, tidak boleh begitu saja.

 Saudara Polten Simbolon harus minta maaf juga ke Punguan," ucap dia.
Sementara Dewan Penasehat Punguan Raja Sitempang Kabupaten Samosir, Hatoguan Sitanggang mengatakan, tindakan arogansi yang dilakukan salah satu kader Partai Golkar yang duduk di DPRD Samosir telah mencoreng nama baik partai.

Hatoguan mempertanyakan sikap Partai Golkar Samosir, apakah melindungi kadernya yang berbuat arogansi dan tidak mencerminkan sebagai kaum intelektual. "Perbuatanya sangat jelas telah menyakiti Punguan Raja Sitempang, karena tidak ada upaya permintaan maaf hingga saat ini terhadap punguan. Jadi, kedatangan kami, untuk mempertegas sikap partai ini,"tandas Hatoguan.

Dikatakan, bila dalam waktu dekat ini belum ada jawaban dari Partai Golkar. Punguan Raja Sitempang dan Raja Manihuruk akan mendatangkan lebih banyak lagi keluarga Punguan Raja Sitempang dan Raja Manihuruk.

"Ini bukan ancaman, tapi bentuk keprihatinan punguan. Di mana salah satu warga Raja Manihuruk yang merupakan anak dari Raja Sitempang, mendapat perlakuan kasar dari kader Partai Golkar," jelas dia.

Sedangkan, Ketua DPD Partai Golkar Samosir Rosinta Sitanggang menyampaikan, permohonan maaf atas dugaan penganiyaan yang dilakukan PS. "Mohon maaf atas perlakuan kurang menyenangkan dilakukan saudara Polten Simbolon.

 Partai Golkar dalam waktu dekat akan memanggilnya untuk klarifikasi serta menyampaikan kejadian ini ke DPD tingkat I," ujarnya.

Rosinta menambahkan, sangat terkejut dengan peristiwa ini. Untuk itu pihaknya akan segera menggelar rapat internal guna mengetahui sikap pengurus partai. Karena di partai ini sudah memiliki mekanisme sesuai AD/ART partai.

Sebelumnya, acara pesta ulang tahun seorang anggota DPRD Samosir dari Partai Nasdem Raja Pantas Marroha Sinaga (42), di masa pandemi Covid-19, di pelataran Hotel JTS Pangururan, yang awalnya meriah berubah menjadi suatu keributan melibatkan anggota DPRD Samosir dengan warga setempat.

Akibat kejadian itu, Anggota DPRD Kabupaten Samosir dari Fraksi Golkar, PS, dilaporkan ke Polres Samosir, Rabu malam (15/7/2020). Politikus Partai Golkar tersebut dilaporkan lantaran diduga melakukan penganiayaan terhadap Sinton Simanihuruk (51), Warga Lumban Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan.

TRENDINGMore