HEADLINENEWSSAMOSIR

Ikan KJA Mati Mendadak di Danau Toba Samosir, Petambak Merugi Ratusan Juta

Jumat, 23 Oktober 2020, 18:06 WIB
Last Updated 2020-10-23T11:37:58Z
Alat berat milik Pemkab Samosir, mengangkat bangkai ikan milik masyarakat untuk dikuburkan di daerah terdekat.


SAMOSIR-BERITAGAMBAR.COM

Ikan  Nila dan Ikan Emas milik pembudidaya di keramba jaring apung  (KJA) warga yang ada di Danau Toba, Sumatera Utara, persisnya di Kecamatan Pangururan, mati mendadak. Jumlah ikan yang mati mendadak itu diperkirakan mencapai  150 ton.


Hal itu disampaikan seorang pembudidaya ikan KJA warga Siogung-ogung Kecamatan Pangururan, Hotdon Naibaho kepada Wartawan, Jumat (23/10).


Ikan Nila dan Ikan Emas siap panen dan baru dipelihara, mati mendadak mulai Rabu (21/10) kemarin.


"Kondisi ikan didalam KJA miliknya yang mencapai 20 ton awalnya menjadi gembung, lemas kekurangan oksigen, dan mati," ucap Naibaho.


Akibatnya saya mengalami kerugian mencapai ratusan juta, katanya.


Kepala Dinas Pertanian Samosir, Viktor Sitinjak, membenarkan kejadian itu.


"Dari data yang dihimpun Dinas Pertanian dan Perikanan Samosir ada 40 warga pembudidaya ikan KJA, ikannya mati mendadak,"jelas Sitinjak.


Kematian ikan sudah terjadi mulai Rabu (21/10) lalu, namun karena warga sudah meeugi dan tak bergairah lagi mengurusi KJA nya, sehingga ikan mengambang membusuk di dalam KJA dan menimbulkan bau bangkai di sekitar tepi pantai Danau Toba di Kota Pangururan.


Masyarakat bersama Pemkab Samosir mulai tadi pagi  membersihkan bangkai ikan untuk dimasukkan ke karung lalu diangkat dari perairan Danau Toba untuk dikuburkan di darat menggunakan alat berat.


"Bangkai ikan diangkat ke Desa Huta Tinggi, untuk dikuburkan supaya tidak mengganggu lingkungan hidup seperti kualitas air Danau Toba tidak tercemar dan mengurangi bau busuk yang melanda Kota Pangururan dapat diperkecil," ujar Sitinjak.


Pjs Bupati Samosir, Lasro Marbun, mengatakan ikan KJA warga tu mulai mati mendadak pada Rabu (21/10). Dia menyebut Pemkab bakal menyelidiki penyebab matinya ikan-ikan tersebut.


Pemkab Samosir, masih melakukan analisa penyebab kematian ikan budidaya warga itu," ujar Lasro. (BG/TS)


TRENDINGMore