ASLABNEWSPERISTIWASUMUT

Pembunuhan Khairul Anwar di Asahan Ditangkap Polisi

Kamis, 10 Juni 2021, 19:55 WIB
Last Updated 2021-06-10T13:10:36Z

 

Korban Khairul Anwar, ditemukan tewas


ASAHAN-BERITAGAMBAR :


Unit Jahtanras Satreskrim Polres Asahan berhasil mengungkap serta meringkus pelaku pembunuhan Khairul Anwar (53) yang terjadi di Dusun II Desa Pasar Lembu Kecamatan Air Joman, Subuh tadi.


Tersangka IS tak lain anak korban, diringkus tim yang dipimpin langsung Kanit Jahtanras Iptu Moelyoto SH, saat berada di rumah korban, sekira pukul 16.45 WIB.

Pelaku diringkus Polisi.


Pada wartawan, pelaku mengaku tega menghabisi nyawa ayahnya, hanya karena disebut anak tidak berguna.


“Dibilang ayah pula aku anak gak berguna. Padahal selama ini aku yang mengurus dia (korban,red). Emosi aku, langsung kupukul lah bang,” kilanya di awal saat ditanyai, setibanya di Mapolres Asahan, Kamis (10/6/2021) sekira pukul 18.30 WIB.


Dikatakannya, saat itu, sekira pukul 04.00 WIB, dirinya sengaja mendatangi korban, bermaksud menghantarkan makanan.


Namun begitu bertemu, korban langsung marah-marah sembari menyebut dirinya sebagai anak tak berguna.


“Langsung kupukul, jatuh terlungkup, trus kuikat pake sarung kaki sama tangan, trus kulakban mulut sama hidungnya. Trus kupukul mukanya sekali sambil kusiram air. Lakban sama sarungnya punya ayah. Dah mati baru kulakban,” akunya lagi.


Anehnya, saat ditanya terkait sejumlah uang tunai senilai Rp 3 Juta yang diamankan dari sakunya, pelaku mengaku uang tersebut dipersiapkan untuk biaya penguburan korban.


”Uang Rp 3 juta itu sisa uang jual tanah 5 bulan lalu, ada Rp 18 juta. Selebihnya udah habis untuk biaya berobat sama makan ayah. ( Rp 3 juta ) Untuk biaya penguburan sama makan-makan yang nguburkan lah,” akunya dengan raut wajah serius.


“Aku anak tunggal, udah kawin, tapi belum ada anak. Nyesal bang,” ucapnya mengakhiri.


“Masih banyak yang perlu kita ungkap dari pengakuan pelaku. Hasil lidik kita, sudah diatur sama pelaku kejadian itu. Terlihat engsel pintu belakang sengaja dirusak pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Ramadhani SH MH melalui Kanit Jahtanras Iptu Moelyoto.


Sebelumnya diberitakan, Warga Dusun 2, Desa Pasar Lembu, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan dihebokan dengan meninggalnya seorang duda di kediamannya.


Khairul Anwar alias Pian (53) dikenal oleh masyarakat sekitar sosok orang yang pendiam ini meregang nyawa dengan cara tragis.


Pian meninggal dunia dengan tangan dan kaki di ikat serta mulut dan leher di sumpal dengan sehelai kain. Seorang warga bernama Ayu mengaku Pian adalah sosok orang yang sangat jarang berinteraksi dengan masyarakat lainnya.


"Semenjak duda dua tahun lalu, dia ini sangat jarang keluar rumah," ujar Ayu, Kamis(10/6/2021).


Lanjutnya, keseharian Pian biasanya pergi bekerja ke ladang yang tak jauh dari rumahnya.


"Ladangnya banyak, dia keluar paling untuk meladang dan setelah siap meladang balik kerumah," katanya.


Sementara, M Ayub Hasibuan, selaku adik ipar korban, menduga kematian Khairul itu dilakukan satu orang atau lebih.


"Tangan dan kaki diikat itu tidak mungkin di kerjakan oleh satu orang saja. Sebab menurutnya pasti abang saya itu memberontak," ujar Ayub, Kamis(10/6/2021).



Lanjutnya, ia juga menaruh curiga dengan kondisi kamar dan pintu dapur yang rusak akibat dobrakan. "Ditambah dengan pintu yang rusak, lemari yang berserakan ini sudah pasti perampokan," ujarnya.


Ia menduga para pelaku mencuri uang hasil ladang Khairul yang di simpan didalam lemari.


"Dia ini bekerja sebagai peladang, ladang kelapa, coklat, dan sawit. Tapi aku kurang paham dia menyimpan di mana uangnya. Tapi saya rasa uang itu disimpan didalam lemari," jelasnya.


Saat di konfirmasi Kapolsek Air Joman, AKP Saut Hutagalung menjelaskan dari hasil olah tkp yang dilakukan oleh unit reskrim Polsek dibantu dengan tim inafis Polres Asahan korban murni meninggal dunia akibat dibunuh.


"Kami menduga, korban ini meninggal dunia akibat di bunuh," ujar Saut di lokasi, Kamis(10/6/2021).


Lanjutnya, saat ditemukan, korban yang berada di dalam kamar kondisinya tidak wajar.


"Korban berada didalam kamar dengan kondisi tengkurap," ujarnya.


Katanya, kondisi korban saat ditemukan, leher diikat dengan selasiban. "Kaki dan tangan juga diikat dengan isolatip. Kemudian mulut disumpal dengan kain," katanya.


Sehingga, menurutnya saat ini dirinya dapat menyimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat di bunuh.(BG/SS)


TRENDINGMore