DAERAHNEWSSUMUT

Ini Penjelasan Kapolsek Padang Bolak Terkait Penemuan Mayat Wanita di Paluta

Rabu, 03 Januari 2024, 17:14 WIB
Last Updated 2024-01-03T10:14:42Z
 Polisi mengevakuasi jenazah wanita dari selokan pembuangan air di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Padang Lawas Utara (Paluta), pada Selasa (2/1/2024) sore.


PALUTA-BERITAGAMBAR : 

Penemuan sesosok mayat wanita terbujur kaku di selokan pembuangan air di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Padang Lawas Utara (Paluta), Selasa (2/1/2024) sore, membuat geger masyarakat sekitar.


Atas temuan mayat tersebut polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan identifikasi terhadap korban.


Kapolres Tapanuli Selatan melalui Kapolsek Padang Bolak, AKP Zulfikar, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa mayat wanita itu teridentifikasi berusia 21 tahun dengan inisial nama, SAH. Korban meregang nyawa dengan posisi miring di selokan berkedalaman 50 cm.


“Otopsi jenazah korban berlangsung di RS Bhayangkara tingkat II Medan,” terang Kapolsek Padang Bolak, AKP Zulfikar.



Dia juga menjelaskan bahwa pihak berwajib dari Polsek Padang Bolak dan Polres Tapanuli Selatan tengah lakukan penyelidikan atas temuan mayat tersebut.


“Petugas, tengah menunggu hasil otopsi terhadap jenazah malang itu, “ tambahnya.


Kapolsek menerangkan, sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Padang Bolak, Iptu Aswin Manurung, mendapat informasi bahwa ada temuan mayat di selokan. Persisnya di Desa Huta Lombang, Kecamatan Padang Bolak.


Selanjutnya, tim dari Polsek melakukan cek ke TKP, saat di lokasi, kata Kapolsek, terlihat korban memakai baju bunga-bunga dan celana warna hitam.


Pihaknya, juga menemukan sepasang sendal jepit warna pink dan jam tangan warna perak korban di sekitar lokasi.


“Kemudian, kami juga temukan kep (penjepit-red) rambut warna merah tua. Lalu, bungkus rokok warna putih. Serta, gelang/tali warna manik hitam di tangan korban,” katanya.


Kapolsek menambahkan bahwa pihaknya melakukan evakuasi korban dari dalam Selokan. Kemudian memasukkan korban ke dalam kantong jenazah.


Korban pertama kali dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Aek Haruaya di Gunung Tua, sebelum akhirnya harus melakukan otopsi di RS Bhayangkara tingkat II Medan.


Menurut Kapolsek, dari hasil visum di RSUD Aek Haruaya terlihat kuku korban sudah melepuh, kepala dan wajah berbelatung, kulit kaki terkelupas, serta mata kiri terbuka. Lalu, kuku kedua tangan dan kaki berhinai.


“Rambut bagian kepala depan sudah tercabut. Bola mata sebelah kanan ke luar dan pecah. Serta, seluruh kulit tubuh sudah melepuh,” tandasnya.(BG/PLU)




TRENDINGMore