DAERAHNEWSSUMUT

Bupati Labusel: Korupsi Bentuk Apapun Tak Bisa Ditoleransi

Selasa, 23 April 2024, 15:23 WIB
Last Updated 2024-04-23T08:23:18Z

 

Bupati Labusel, Edimin foto bersama dengan Tim Monitoring KPK RI dan tamu undangan.




LABUSEL-BERITAGAMBAR :



Bupati Edimin membuka acara rapat koordinasi (rakor) evaluasi dan tindak lanjut pencegahan korupsi terintegrasi pada Pemkab Labuhanbatu Selatan (Labusel) diselenggarakan di aula Bappedalitbang, pada Selasa (23/4/2024).


“Sebelumnya saya sampaikan ucapan selamat datang di Bumi Santun Berkata Bijak Berkarya kepada tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Udin Juharuddin, Salemuddin Thalib dan Renta Marito yang telah hadir dan akan memberikan arahan bagi kita semua di sini,” ucapnya.


Edimin mengatakan, korupsi dalam bentuk apa pun tidak boleh ditoleransi. “Kita memahami perbuatan korupsi, sudah sangat jelas bagaimana semua agama tentu melarangnya,” ucapnya.


Disebutkan, dengan keterpaduan koordinasi dan kerja sama dari semua pihak diharapkan pencegahan korupsi dapat berjalan secara efektif, sehingga terwujud pemerintahan yang bersih, jujur dan adil.



“Saya menghimbau semua jajaran aparatur Pemkab Labusel untuk selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya, tanpa adanya pungutan dalam bentuk apapun. Selain itu, saya berharap kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Labusel selalu berperan aktif dengan melaporkan kepada aparat penegak hukum, apabila ada oknum aparatur pemerintah daerah yang melakukan korupsi,” terangnya.


Dalam pelaksanaan rakor tersebut, Bupati berharap kepada seluruh jajaran Pemkab Labusel untuk selalu menjadi lebih aktif dalam program pemberantasan korupsi.


Kasatgas KPK RI, Udin Juharuddin mengatakan, rakor diselenggarakan dengan tujuan untuk memonitoring dan mengevaluasi progress rencana aksi pemberantasan korupsi tahun 2024 di Kabupaten Labusel.



“Kami hadir untuk mengetahui sejauh mana perbaikan sistem di Kabupaten Labusel dalam hal pencegahan korupsi, serta terkait kendala-kendala apa saja yang dihadapi di lapangan,” ungkapnya.


Udin mengatakan, kehadiran tim monitoring untuk melaksanakan fungsi pendampingan pemerintah daerah dalam menjalankan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel dan transparan.


“Tujuannya adalah terbangunnya pencegahan korupsi secara sistemik. Apa yang masih kurang akan kita perbaiki. Dan yang menjadi kendala akan kita cari solusi bersama, sehingga diharapkan terjadinya perbaikan sistemik”, jelasnya.


Hadir juga di acara itu, Wakil Bupati, Ahmad Padli, Sekretaris Daerah (Sekda), Heri Wahyudi, Kasat Reskrim, AKP Gurbacov, Kasi Datun, Rezky Syahputra, KCP Bank Sumut Alamsyah, para Asisten, Staf Ahli Bupati dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (BG/LbS)

TRENDINGMore