DAERAHNEWSSUMUT

Sungai Pemandian Meluap di Langkat, 1 Tewas dan 6 Terluka

Sabtu, 20 April 2024, 17:33 WIB
Last Updated 2024-04-20T10:33:42Z

 


Momen petugas gabungan evakuasi korban banjir di kolam abadi Pelaruga Jungle di Dusun I, Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat terseret banjir.


LANGKAT-BERITAGAMBAR :

Bencana alam berupa banjir yang terjadi di pemandian alam Pelaruga Teroh-teroh, Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat menelan korban jiwa.


Seorang wisatawan perempuan bernama Elga Nasution (20) tewas terseret arus di pemandian alam. Sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka akibat terseret dan terbentur batu.


Kapolsek Sei Bingai AKP Idham Halik mengatakan, jenazah korban sudah diantar ke rumah duka di Medan. Sementara enam orang lainnya masih dirawat.



“Jenazah sudah dibawa ke rumah duka. Korban lainnya luka-luka dan dirawat,” kata AKP Idham Halik, Sabtu (20/4/2024).


Berikut identitas 1 korban tewas dan 6 selamat terseret banjir pemandian alam Pelaruga:



Korban Tewas

1. Elga Nasution, jenis kelamin perempuan, usia 20 tahun, mahasiswi, warga Kota Medan


Korban Selamat Luka-luka


1. Kiki, perempuan, umur 20, warga Desa Tanjung Putri, Kec Serapit, Kabupaten Langkat


2. Putri, perempuan, usia 23 tahun, mahasiswi, warga Kota Binjai


3. Mbena Sinuraya, perempuan, umur 22 tahun, mahasiswa, warga Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, kabupaten Langkat



4. Raja, laki-laki, usia 22 tahun, mahasiswa warga Kuta Pinang


5. Bery Candra, laki-laki, usia 26, mahasiswa, warga Kita Pinang


6. Rivaldi, laki-laki, usia 22 tahun, mahasiswa warga Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, kabupaten Langkat


Sebelumnya diberitakan, tujuh wisatawan di pemandian alam kolam Abadi Pelaruga Jungle di Dusun I, Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat terseret banjir, Jumat (19/4/2024) sore kemarin.


Akibatnya, satu orang wisatawan perempuan bernama Elga Nasution (20) warga Kota Medan meninggal dunia di lokasi.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Langkat M Ansyari mengatakan, jenazah korban ditemukan 300 meter dari titik awal kejadian karena terseret arus dan tersangkut bebatuan sungai.


“Masyarakat dan para pemandu wisata mencari keberadaan korban dan mendapati korban sejauh lebih kurang 300 meter dalam kondisi meninggal dunia tersangkut di bebatuan sungai,”kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Langkat M Ansyari, Sabtu (20/4/2024).


Dari keterangan yang dihimpun BPBD Kabupaten Langkat, pada Jumat 19 April kemarin sekira pukul 12:00 WIB korban bersama keenam temannya datang ke pos Pemandian Pelaruga Jungle.


Setibanya di pos, mereka langsung melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju pemandian teroh-teroh kolam abadi dipandu oleh pemandu wisata.


Begitu sampai ke lokasi mereka langsung mandi - mandi.


Saat sedang asyik bermain air sekira pukul 14:00 WIB, rupanya tiba-tiba air meluap dan menghanyutkan korban dan teman temanya.


Keenam temannya berhasil menyelamatkan diri, sementara korban meninggal dunia dan baru berhasil di evakuasi sekitar pukul 17:30 WIB.


“Teman teman korban dapat menyelamatkan diri dan menderita luka luka, sementara korban tidak dapat menyelamatkan diri dan hanyut terseret arus atau hanyut.(BG/LKT)

TRENDINGMore