DAERAHNEWSSUMUT

Ratusan Warga Keracunan Usai Makan Nasi Pujungan di Sergai

Senin, 13 Mei 2024, 09:43 WIB
Last Updated 2024-05-13T02:43:48Z
Warga Desa Seibamban, Kecamatan Seibamban, Serdangbedagai (Sergai) terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan usai makan nasi punjungan pesta.



SERGAI-BERITAGAMBAR : 

Ratusan warga Desa Seibamban, Kecamatan Seibamban, Serdangbedagai (Sergai) terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan usai makan nasi punjungan pesta, Minggu (12/5/2024) sore.


Ratusan warga mulai dari anak-anak, dewasa dan orang tua dari Dusun XV dan XVI mengalami muntah-muntah dan dirawat di klinik bidan desa Dusun XV Kampung Jati serta di RS Melati Kampung Pon, RS Chevani Tebingtinggi, RS Sultan Sulaiman Sergai, RS Pamela Tebingtinggi dan RS Kumpulan Pane Tebingtinggi.


Kapolsek Firdaus AKP Andi Sujendral melalui Ps Kasi Humas Iptu Edward Sidauruk, Senin (13/5) melalui layanan WhatsApp mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara nasi punjungan yang biasa disebut nasi rantangan berasal dari pesta hajatan bernama Putri Ayu (29) warga Dusun XVI Desa Seibamban.


Dari keterangan, Putri Ayu mengirim sekitar 400 rantangan berisikan ayam, nasi dan sambal tauco dan dibagi-bagikan kepada warga di Desa Seibamban.


Nasi punjungan tersebut dibagikan sehari sebelum pesta dan hal itu sudah menjadi tradisi bagi warga yang melaksanakan pesta hajatan.


Setelah mengkonsumsi nasi dan ayam, warga mengalami muntah-muntah lalu lemas. Oleh pihak keluarga langsung dibawa ke klinik, selanjutnya sekitar satu jam saja warga yang mendapat nasi punjungan itu berduyun-duyun ke klinik karena mengalami hal yang sama.


Dari pemeriksaan awal, ayam yang telah dimasak itu dibeli dari penjual ayam bernama Mul warga Simpang Suka Tani, Seibamban sebanyak 100 kg, selanjutnya dimasak lalu diantar ke rumah warga sebanyak kurang lebih 400 rantangan.


“Petugas telah mengambil sampel dari makanan tersebut dan akan melakukan pengecekan apakah ayam, atau nasi juga tauco mengandung zat yang berbahaya, akibat mengonsumsi makanan itu warga mengalami muntah-muntah,”jelas Edward Sidauruk.(BG/SER)

TRENDINGMore