DAERAHNEWSSUMUT

Kloter 24 Menuju Tanah Suci

Minggu, 09 Juni 2024, 14:00 WIB
Last Updated 2024-06-09T07:00:02Z

 

Pelepasan jemaah Kloter 24 asal daerah Kabupaten Padang Lawas Utara, Kota Medan dan Serdang Bedagai berjumlah 358 orang termasuk petugas


MEDAN-BERITAGAMBAR :

Kakanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi Nasution kembali mengingatkan pada jemaah calon haji (calhaj) kelompok terbang (kloter) 24 untuk tidak berswafoto saat melakulan tawaf.


Hal ini dikatakan Ketua PPHI Embarkasi Medan saat melepas kloter 24 asal daerah Kabupaten Padang Lawas Utara, Kota Medan dan Serdang Bedagai berjumlah 358 orang termasuk petugas.


“Laksanakan dan sempurnakan semuanya jangan ada yang tinggal. Sekarang yang paling dikritik dan paling dimarahi imam masjid Madinah adalah jemaah Indonesia. Kenapa lebih perlu berfoto ketimbang beribadah. Banyak jemaah kita ini tawaf berfoto-foto, berselfi-selfi. Ini tidak sah tawafnya. Jadi saya berharap di kloter 24 ini tidak ada yang berfoto-foto. Kalau mau berfoto-foto habis dulu ibadah. Buat kenang-kenangan boleh. Ini tidak. Shalat pun foto. Shalat apa itu? Tawaf pun foto. Jadi saya berharap tidak ada yang seperti itu,” terang Qosbi yang melepas jemaah ini pada, Minggu (9/6/24) dini hari.



Dikatakannya lagi, jemaah berangkat ibadah haji bertujuan untuk membersihkan diri, membersihkan pikiran, membersihkan hati dari dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. “Anggap ini menjadi haji kita yang terakhir. Ada tujuh pintu dosa didiri kita makanya tawaf pun tujuh putaran yakni untuk dosa mata, dosa hidung, dosa mulut, dosa telinga, dosa tangan, dosa kaki, dosa kemaluan. Ampunkan ini kehadapan Allah. Selanjutnya di Arafah itu bapak ibu penentu haji mabrur atau tidak haji ini adalah wukuf di Arafah. Paling lama 6 jam,” jelasnya.


Dalam ibadah wukuf di Arafah ini menjelang Maghrib sudah berangkat untuk persiapan maghrib di Musdalifah. Arafah dikerjakan yang pertama minta ampunan kepada Allah. Uraikan dihadapan Allah. Renungkan bahwa di Arafah Allah melihat kita.


“Pintu langit dibuka untuk bapak ibu. Doakan dan hayati. Gak bisa bahasa Indonesia pakai bahasa padang bolak. Kalau ngantuk segera ambil wudhu shalat taubat. Ulang dan ulangi jangan tidur di 6 jam ini. Terutama untuk bapak-bapak perokok. Jangan merokok 6 jam. Jangan mengopi-ngopi 6 jam. Berzikir dan berzikir terus. Dan, ingat satu hal diberi makan dan minum sesuai porsi kita jangan ada yang mengambil lebih yang bukan hak kita jadi jangan rakus dan congok,” ucapnya.(BG/MED)



TRENDINGMore