DAERAHNEWSSUMUT

Pasca Bencana, Pertama Kalinya Mobil Menembus ke Desa Batu Nagodang Siatas Humbang Hasundutan

Rabu, 21 Januari 2026, 18:51 WIB
Last Updated 2026-01-21T11:51:02Z

 

Pasca Bencana, Pertama Kalinya Mobil Menembus ke Desa Batu Nagodang Siatas Humbang Hasundutan. 


DOLOKSANGGUL-BERITAGAMBAR :


Setelah hampir dua bulan terisolasi pasca bencana alam banjir dan tanah longsor yang menimpa sebagian wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) khususnya Desa Batu Nagodang Siatas Kecamatan Onan Ganjang. Akhirnya, warga desa terdampak bisa bernafas lega. Mobil untuk pertama kalinya kembali menembus perjalanan, melalui jalan bukaan baru dari Desa Sampetua menuju Desa Batu Nagodang Siatas, ini menandai awal pulihnya akses transportasi yang selama ini terputus.


Rabu 21 Januari 2026, Bupati Humbahas Dr Oloan Paniaran Nababan SH MH bersama Anggota DPRD Humbahas Jamonang Nababan SM, Sekda Chiristison Rudianto Marbun M.Pd dan rombongan lainnya telah menuju desa tersebut dengan menggunakan mobil roda empat (4). Dengan ekstra hati-hati, mengingat masih terdapat material longsor dan kondisi tanah yang masih labil, akhirnya rombongan tiba di desa tersebut. 


Kehadiran Bupati Humbang Hasundutan dan rombongan disana, disambut dengan senyum, tampak senang dan rasa syukur, bahkan ada warga meneteskan air mata karena terharu. Kenapa ? karena hampir 2 bulan terakhir ini, aktivitas warga tergolong lumpuh akibat rusaknya akses jalan utama, sehingga menghambat berbagai layanan masyarakat termasuk perekonomian warga. 


Pembukaan jalan baru itu merupakan hasil kerja keras Pemerintah Daerah yang selalu dipandu Bupati Humbang Hasundutan bersama instansi terkait yang terus melakukan perbaikan secara bertahap ditengah kondisi medan yang sulit. Meski demikian, proses pemulihan masih terus berlanjut untuk memastikan jalan dapat dilalui secara aman dan berkelanjutan. 


Dalam pertemuan di UPT SD Negeri 121 Batu Nagodang Siatas, Bupati Humbahas pertama sekali mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026 bagi warga. Bahkan Bupati Humbahas mengajak warga sama-sama menyanyikan lagu pujian dari Buku Ende Nomor 70 “Naung Salpu Taon Na Buruk i”. Lagi-lagi, ada warga meneteskan air mata saat menyanyikan lagu pujian itu. 


“Seperti apa yang dirasakan warga pasca bencana, itu bisa kami rasakan, namun jangan menyerah, kita harus semangat, walaupun banyak cobaan yang kita dihadapi. Pemerintah akan selalu hadir ditengah-tengah warga, peduli dan peka, karena itu sudah kewajiban. Kami akan membuat yang terbaik bagi warga. Ini kewajiban kami” ucap Dr Oloan Paniaran Nababan. 


Bupati Humbahas juga menyampaikan meskipun akses jalan sudah dapat dilalui saat musim panas, pengendara harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan belum sepenuhnya stabil. Pemerintah Daerah berharap, dengan terbukanya akses tersebut, aktivitas warga dapat kembali normal dan roda perekonomian desa segera pulih pasca bencana. Pada kesempatan itu, Bupati Humbahas menyerahkan bantuan sosial kepada warga Desa Batu Nagodang Siatas. 


Kepala Desa Batu Nagodang Siatas, Hiras Simanullang mewakili warga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Humbahas yang selalu memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada warga Desa Batu Nagodang Siatas. “Pak Bupati selalu hadir ditengah-tengah warga, terus memberikan semangat. Kami tidak menyangka, pembukaan jalan ini begitu cepat, ini bagaikan mimpi pak Bupati. Kami selalu berdoa, Tuhan memberkati pak Bupati dalam melayani seluruh masyarakat Humbang Hasundutan” ucap Hiras Simanullang.  


Sebelumnya, Bupati Humbahas bersama Camat Onan Ganjang Roland Marbun, Kapolsek Onan Ganjang AKP M Simanjuntak, Danramil Onan Ganjang Kapten S Situmorang termasuk pihak-pihak terkait telah melakukan penandatanganan berita acara serah terima lahan relokasi untuk hunian tetap dan lahan untuk akses jalan ke Desa Batu Nagodang Siatas bertempat di Desa Sampetua Kecamatan Onan Ganjang. 


Sebidang tanah yang diserahkan itu terletak di Sosor Ladang Dusun I Desa Sampetua Kecamatan Onan Ganjang Kabupaten Humbang Hasundutan. Banyak poin-poin dalam berita acara tersebut, antara lain bahwa penyerahan tanah diperuntukkan untuk pembangunan relokasi permukiman warga yang terkena bencana alam (Longsor) dari Dusun I Desa Batunagodang Siatas, dinamakan “Perumahan Relokasi”. Pemerintah akan membangun rumah di lahan Relokasi tersebut sebanyak 30 Unit. Pemerintah akan membangun tembok permanen pembatas di sekeliling Perumahan Relokasi.


Kemudian, Pemerintah juga akan melakukan pematangan lahan disekitar Perumahan Relokasi untuk kawasan permukiman bagi Penduduk Sampetua seluas ± 1 Hektar. Apabila Lahan relokasi tersebut tidak dipergunakan maka lahan relokasi dan seluruh isinya dikembalikan menjadi milik Rajahuta Sampetua. Setiap warga yang menempati Perumahan Relokasi harus mengikuti paradatan Bius Sampetua.

TRENDINGMore