![]() |
| Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P Kaban, memimpin patroli di kawasan Pantai Sejarah untuk memastikan keamanan wisatawan. |
BATUBARA-BERITAGAMBAR :
Hari terakhir libur Idulfitri 1447 Hijriah sejumlah objek wisata di Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara dikunjungi ribuan wisatawan. Destinasi unggulan, mulai dari pantai hingga wisata pulau, dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Porabudpar) Kabupaten Batu Bara, Widaruna, menyebutkan lonjakan pengunjung pada hari terakhir libur Lebaran ini menjadi yang tertinggi selama masa libur panjang Idulfitri 2026.
“Hari ini merupakan puncaknya. Diperkirakan ada puluhan ribu wisatawan mengunjungi berbagai objek wisata di Batu Bara selama libur Lebaran,” ujarnya.
Ia menghimbau wisatawan yang hendak berkunjung ke Pulau Salah Namo dan Pantai Pandang agar berhati-hati, khususnya dalam memilih transportasi penyeberangan. Pasalnya, hingga kini belum tersedia transportasi wisata resmi menuju dua destinasi tersebut.
“Wisatawan harus memastikan kapal yang digunakan memenuhi standar keselamatan,” tegasnya.
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, jajaran Polairud Batu Bara menggelar patroli rutin di sejumlah destinasi wisata bahari di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Minggu (29/3/2026).
Kanit Markas Polairud Batu Bara, Ipda Hendrico P Kaban, mengatakan, pihaknya menurunkan 13 personel untuk melakukan patroli di titik-titik wisata yang dinilai rawan, khususnya kawasan pantai dan perairan.
“Patroli ini sekaligus memberikan imbauan kepada pengunjung agar tetap waspada saat beraktivitas di laut dengan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Selain melakukan pengawasan, personel Polairud juga memberikan edukasi kepada wisatawan mengenai pentingnya keselamatan selama berada di kawasan perairan.
Adapun imbauan yang disampaikan antara lain tidak berenang di area yang terlalu dalam, mewaspadai pasang air laut, serta menggunakan pelampung atau ban saat mandi di lokasi yang berisiko.
Ipda Hendrico menegaskan, pihaknya selalu siap siaga untuk memberikan pertolongan apabila terjadi kecelakaan laut.
“Kami siap membantu dan terus mengingatkan pengunjung agar berhati-hati demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Pengelola Pantai Jono, Ok Irwansyah, menjelaskan tarif masuk dipatok Rp 10.000 per orang. Sementara biaya parkir sebesar Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 10.000 untuk mobil.
“Sebagian dari tiket masuk disetorkan sebagai retribusi ke Pemkab Batu Bara. Sedangkan parkir digunakan untuk operasional petugas dan pembangunan infrastruktur,” jelasnya.
Dengan membludaknya jumlah pengunjung di akhir masa libur Lebaran, pemerintah daerah berharap sektor pariwisata Batu Bara terus berkembang dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.(BG/BB)
