DAERAHNEWSSUMUT

Longsor Sembahe Sibolangit: Korban Tewas 5 Orang, Ini Daftar Namanya

Rabu, 08 April 2026, 16:09 WIB
Last Updated 2026-04-08T09:09:38Z
 Tim SAR berhasil evakuasi korban tanah longsor di Sibolangit Deli Serdang.



MEDAN-BERITAGAMBAR :

Jumlah korban tewas akibat bencana tanah longsor melanda Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara bertambah jadi 5 orang, sedangkan satu orang berhasil selamat.


Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, lima korban meninggal dunia dalam peristiwa ini ialah:


Gobal (39)

Rizki Sembiring (14)

Boy Simorangkir (48)

Jamilah Ginting (49)

Rosilawati Ginting (48)

Sementara itu, satu korban selamat atas nama Sehat br Tarigan (79).


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, selaku Search Mission Coordinator (SMC) mengatakan, setelah mendapat laporan adanya bencana alam tanah longsor langsung mengerahkan tim untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR).


“Operasi dimulai sejak Selasa malam dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Posko SAR juga didirikan sebagai pusat kendali untuk memastikan koordinasi berjalan efektif,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).



Ia menjelaskan, Tim SAR melakukan assessment awal di lokasi kejadian dan memulai pencarian menggunakan metode line hail atau penyapuan satu arah, dengan cakupan area sekitar 500 meter persegi. Upaya ini membuahkan hasil pada pukul 04.08 WIB.


“Korban pertama, Rizki Sembiring (14), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke RS Pancur Batu, Deli Serdang,” ungkap Hery.


Tak lama berselang tambahnya, pencarian kembali menemukan korban kedua, Boy Simorangkir (48) pada pukul 06.15 WIB. Disusul kemudian oleh Rosilawati Ginting (48) pada pukul 06.40 WIB, dan Jamilah Br. Ginting (49) pada pukul 06.48 WIB, semuanya dalam kondisi meninggal dunia.


“Memasuki pukul 07.00 WIB, Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian lanjutan untuk menentukan titik-titik prioritas pencarian berikutnya sekaligus memastikan jumlah korban yang masih dinyatakan hilang,” tandasnya.


Kata Hery, proses pencarian tidak berjalan mudah. Tim menghadapi sejumlah kendala, terutama akses jalan menuju lokasi yang macet dan licin akibat material longsoran, sehingga memperlambat mobilisasi alat dan personel.


“Meski medan cukup berat dan jalan licin, seluruh tim bekerja maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” ungkapnya.(BG/MED) 

TRENDINGMore