DAERAHNEWSSUMUT

Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan, Pemko Sibolga Gelar FGD Bersama BI dan BGN

Rabu, 17 Juni 2026, 16:34 WIB
Last Updated 2026-06-17T09:34:55Z

 

Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan, Pemko Sibolga Gelar FGD Bersama BI dan BGN. 





SIBOLGA–BERITAGAMBAR :

Mewakili Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sibolga, Josua Hutapea, S.Sos., bersama perwakilan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sibolga, Wanda F.S., menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, serta mendorong pelaksanaan business matching antara produsen dan distributor pangan dengan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Program Makan Bergizi Gratis (SPPG-MBG). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Graha Nauli Bank Indonesia Sibolga, pada Rabu (17/06/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Sibolga, Josua Hutapea, S.Sos., menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Badan Gizi Nasional (BGN), serta para pelaku usaha merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.


"Ini merupakan model kolaborasi yang tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memperkuat ekosistem pangan lokal. Kami optimistis sinergi ini akan memberikan dampak positif terhadap pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Kota Sibolga," ucap Asisten.


Sementara itu, perwakilan KPw BI Sibolga menyampaikan pentingnya strategi konkret dalam menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan inflasi daerah seiring meningkatnya jumlah operasional SPPG pada tahun 2026. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi tanpa menimbulkan gejolak harga di masyarakat.


"Dengan semakin banyaknya SPPG yang beroperasi pada tahun 2026, tentu kebutuhan bahan pangan akan meningkat. Kita harus memastikan kesinambungan operasionalnya tetap terjaga dan tidak memicu inflasi," jelasnya.


Selain itu, KPw BI Sibolga juga menekankan pentingnya pemanfaatan produk lokal dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis agar memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi daerah.


"Kami berharap produk pangan lokal menjadi prioritas dalam menu MBG. Dengan demikian, akan tercipta multiplier effect yang signifikan melalui perputaran uang di daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegasnya.


Dalam kesempatan yang sama, perwakilan BGN, Paulus R. Situmorang, memaparkan kebutuhan komoditas pangan secara berkala, mulai dari sayuran, buah-buahan, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, hingga produk olahan seperti tahu dan tempe yang akan digunakan sesuai menu yang telah ditetapkan.


"Melalui FGD ini, kita mempertemukan kebutuhan dan kapasitas pasok. Berbagai aspek dibahas secara rinci, mulai dari spesifikasi produk, volume kebutuhan, periode ketersediaan, hingga harga, sehingga kerja sama yang terjalin dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan," jelasnya.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kota Sibolga, Drs. Rudolf Supratman Butar-Butar, M.Pd., Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, S.K.M., M.Si., koordinator dan anggota Bidang Dukungan serta Penyaluran Bahan Pangan TPID-MBG, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta SPPG-MBG.

TRENDINGMore