DAERAHNEWSSUMUT

Polisi Tembak 2 Residivis Spesialis Ganjal ATM Antar Kota, 24 Kali Beraksi-14 TKP

Kamis, 11 Juni 2026, 10:15 WIB
Last Updated 2026-06-11T03:15:59Z

 

Spesialis ganjal ATM, Ilham Syahputra alias Ipan ditembak polisi di bagian kaki kanannya.

 


MEDAN-BERITAGAMBAR :

Tim Jatanras Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan berhasil mengungkap kasus pencurian uang lewat rekening modus ganjal mesin ATM yang sudah berulang kali beraksi di Kota Medan. Dari pengungkapan ini, petugas meringkus sekaligus memberikan tindakan tegas terukur terhadap dua pelakunya.


Kedua pelaku yakni, Muammar alias Komeng (40) warga Dusun Amal, Desa Aras Kabu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang dan Ilham Syahputra alias Ipan (34) warga asal Pungguang Kasik Lubuk Alung, Kecamatan Padang Pariaman, Padang.


Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu M. Hafizullah, Kamis (11/6/2026) mengatakan penangkapan dilakukan menindaklanjuti video yang viral dan informasi dari masyarakat tentang adanya tindak pidana pencurian modus ganjal mesin ATM BNI Jalan Gaperta, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (3/6/2026) sekira pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, petugas melakukan penyelidikan dan mengetahui bahwa pelakunya adalah Muammar alias Komeng.


“Pelaku Muammar alias Komeng kita amankan di RedDoorz, Kita Tebingtinggi. Saat diinterogasi tersangka mengakui perbuatannya dan beraksi bersama temannya, Ilham Syahputra alias Ipan,” kata Hafiz didampingi Ipda Tomjun dan Kasubnit Jatanras, Ipda Raymond. 


Setelah mendengar keterangan tersangka, petugas kemudian mencari keberadaan pelaku Ilham alias Ipan. Hasilnya, tersangka Ilham berhasil diringkus di Kos Syariah, Jalan Rantang, Kecamatan Medan Petisah, Senin (8/6/2026) sekira pukul 16.20 WIB.


“Terhadap kedua tersangka terpaksa kita berikan tindakan tegas terukur di bagian kaki karena melakukan perlawanan. Dalam kasus ini kedua pelaku merupakan spesialis dan sudah berulang kali masuk keluar penjara (residivis) kasus narkoba serta kasus ganjal ATM,” ungkapnya.


Tersangka spesialis ganjal ATM, Muammar alias Komeng ditembak polisi pada bagian kaki kanannya.


Hafiz menambahkan, dari pengakuannya kedua tersangka sedikitnya sudah 24 kali beraksi di 14 ATM di Sumatera Utara. Adapun rinciannya:


1. BNI Jalan Gaperta (3 kali).

2 Indomaret Gaperta Ujung (1 kali). 3. Mandiri SPBU Gaperta (1 kali).

4. BNI SPBU Selayang (2 kali).

5. Mandiri Taspen Selayang (1 kali).

6. BNI Padang Bulan (2 kali).

7. Mandiri Taspen Simalingkar (2 kali).

8. Mandiri, BRI dan BNI Marelan (3 kali).

9. ATM Center BNI Kampus H. Anif (2 kali).

10. ATM Center Bank Sumut Kampus H. Anif (satu kali).

11. BNI SPBU Pajak Melati Ujung (satu kali).

12. Mandiri SPBU Pajak Melati Ujung (satu kali).

13. Mandiri SPBU Binjai (dua kali).

14. ATM Center BRI Tebingtinggi (dua kali).


“Para pelaku telah meraup uang korbannya hingga ratusan juta. Pengakuan pelaku, uang tersebut digunakan untuk membeli narkoba, judi slot, dugem dan main perempuan,” pungkasnya. (BG/MED) 

TRENDINGMore