OPINI

Kinerja Bupati Samosir masa pandemi menuju Pilkada

Kamis, 13 Agustus 2020, 11:59 WIB
Last Updated 2020-08-13T04:59:05Z

Oleh: Frans Sinaga

Presiden Jokowi pada bulan Mei lalu telah menetapkan New Normal untuk menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat yang sempat terhenti karena diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di awal masa pandemi korona. 

Pandemi Korona pun belum berakhir namun Presiden juga memiliki pertimbangan agar ekonomi negara dan daerah tidak mengalami mati suri karena terjangan virus covid 19. Ketika Presiden Jokowi mengumumkan New Normal, setiap kepala daerah memiliki wewenang mengatur daerahnya kapan segera diberlakukan New Normal atau Tatanan Hidup Baru. Gubernur, Walikota dan Bupati tahu dan mengenal daerahnya secara baik, ada yang langsung memberlakukan tatanan hidup baru sejak arahan Presiden Jokowi namun tidak sedikit kepala daerah mempertimbangkan secara matang kapan diterapkan New Normal di daerahnya. 

Bupati Rapidin Simbolon sebagai pemimpin Kabupaten Samosir mengikuti instruksi Presiden Jokowi memberlakukan New Normal di Samosir. Strategi penerapan tatanan hidup baru dilakukan secara bertahap. Bupati Rapidin Simbolon secara berhati-hati menerapkan kebijakannya untuk menjaga daerahnya yang masih memiliki predikat zona hijau dengan nihil kasus kematian warga akibat covid 19. 

Tahap I yang diterapkan Rapidin Simbolon terhadap wilayahnya dengan cara penduduk Samosir boleh melakukan aktivitas ekonomi dengan antar warga di wilayah Samosir, pasar-pasar dibuka, apabila ada barang atau kebutuhan pokok masyarakat yang di “impor” dari luar Samosir maka alat angkut barang kebutuhan pokok dihentikan pada pintu penjagaan gugus tugas covid 19 Samosir. 

Secara geografis, Kabupaten Samosir sangat diuntungkan perbatasan wilayahnya dengan kabupaten tetangga di Sumut. Di wilayah perairan Danau Toba pintu-pintu dermaga Samosir dijaga ketat, para petugas jaga memeriksa barang-barang yang masuk ke Samosir dan melepas kapal dan pekerja angkut kapal dari luar Samosir kembali ke kabupaten asalnya. Sedangkan pada jalur darat, para petugas gugus covid 19 Samosir yang dibantu anggota TNI/Polri telah berjaga dipintu perbatasan daerah Tele untuk memeriksa barang yang masuk namun memulangkan kendaraan transportasi dan warga luar Samosir yang tidak memiliki kepentingan mendesak di Samosir. Apabila diijinkan masuk harus memiliki surat swab test dari rumah sakit asal pendatang dengan pemeriksaan suhu tubuh dan siap diisolasi selama 14 hari pada rumah sakit Hadrianus Sinaga yang disediakan Pemkab Samosir. 

Penerapan Tahap II New Normal di Samosir diberlakukan sejak Jumat, 31 Juli 2020. Tahap II dilakukan dengan masyarakat di luar Samosir datang berkunjung dan berwisata di Samosir. Para pelaku usaha wisata tentu menyambut baik kebijakan Bupati Samosir untuk membangkitkan kembali pariwisata Samosir yang beberapa bulan sebelumnya mengalami kevakuman. Pemerintahan Kabupaten Samosir terus mengingatkan para pelaku usaha wisata dan wisatawan domestik untuk menerapkan protokol kesehatan pemerintah pusat. Pemkab Samosir menyediakan sarana kebersihan di setiap titik lokasi untuk mencuci tangan, menganjurkan pelaku usaha wisata dan wisatawan menggunakan masker dan menjaga jarak interaksi minimal 1 meter. 

Sehari setelah diberlakukan tahap II, ribuan pengunjung datang ke Samosir. Pemeriksaan dan pengawasan tetap dilakukan secara ketat. Sebelumnya Bupati Rapidin Simbolon berujar, “di Samosir banyak orangtua dan lansia, kami harus melindungi para orangtua dan lansia karena virus corona ini sangat rentan kepada usia lanjut, kami tidak ingin warga kami ada yang kena”. Memang sampai saat ini Samosir Nihil kasus kematian covid 19. 

Penerapan New Normal tahap III yaitu membuka Samosir bagi para wisatawan mancanegara dan pengusaha luar negeri untuk berinvestasi di Samosir belum diungkapkan Rapidin Simbolon ke publik. Tentunya akan melihat situasi yang berkembang setelah tahap II berlangsung. 
Pilkada Samosir 2020

Menteri dalam negeri Tito Karnavian beberapa waktu lalu mengatakan agar rakyat di setiap daerah memperhatikan setiap perbuatan kepala daerah di wilayahnya untuk memilih kepala daerah yang all out mengatasi dampak sosial dan ekonomi ditengah situasi pandemi korona. 

Pesan yang disampaikan Mendagri tentunya merupakan sinyal bagi para kepala daerah untuk berbuat yang terbaik bagi warga di daerahnya agar terpilih kembali di periode kedua. Ini adalah peluang emas bagi para kepala daerah, Rapidin Simbolon tentu menanggapi sinyal itu untuk berbuat yang terbaik bagi warganya. Beberapa hal yang telah dilakukan Rapidin Simbolon selama pandemi seperti program pembagian bansos dan BLT tanpa kendala berat dilapangan, pembagian bibit tanaman pangan polybag, bantuan Knapsack Sprayer dan alat pangkas tanaman kopi kepada 6 kelompok tani di Samosir,  dukungan Pemkab Samosir atas kelompok tani tergabung pada koperasi Kasih Synergi mengekspor sayuran jenis wortel, sayur putih dan kol sebanyak 16 ton ke Taiwan serta pembukaan jalan penghubung antar dusun di desa Rinabolak, Kecamatan Onanrunggu dengan panjang 1.7 Km (05/08/2020).

Hasil catatan kinerja Bupati Samosir selama pandemi korona bila disosialisasikan dengan tepat sasaran kepada masyarakat akan menjadi modal elektabilitas pengakuan kepuasan warga kepada petahana. Petahana tentunya memiliki strategi menjual keberhasilannya dan menjelaskan program pembangunan yang masih berproses untuk menarik simpati warga Samosir memilihnya ke periode berikutnya. Sedangkan para tim paslon lain tentunya harus kreatif bagaimana menyuarakan kreativitas program kerja dan pengalaman mereka memimpin di organisasi atau pekerjaan sebelumnya untuk menarik simpati masyarakat.  

TRENDINGMore